Cerita Masal Lalu Lucy Liu Saat Masuk Hollywood - Male Indonesia
Cerita Masal Lalu Lucy Liu Saat Masuk Hollywood
MALE ID | News

Lucy Liu mengungkapkan pengalamannya menjadi aktris Asia-Amerika di Hollywood. Dia mengaku sempat merasa menjadi "domba hitam" di awal karier, istilah untuk orang yang sangat berbeda di lingkungannya.

Photo: atomtetsuwan2002/Flickr

Pada sebuah wawancara dengan The Sydney Morning Herald, Liu mengenang sejumlah audisi yang dia lakukan saat baru meniti karier di dunia hiburan. Saat itu, dia merasa dirinya jauh lebih naif dibandingkan sekarang.

"Saya pikir ketika kau merasa seperti semacam "domba hitam", kau tidak benar-benar akan kehilangan apapun, karena mereka juga tidak sungguh-sungguh mencarimu. Jadi saya hanya berusaha keras semampu saya," kata perempuan Lucy Liu.

Terkadang Liu tidak merasa harus ngotot mendapatkan sebuah peran ketika awal audisi di Los Angeles. Sementara temannya melakukan 10 audisi dalam sehari atau sangat banyak dalam sepekan, dia hanya melakukan dua atau tiga audisi dalam sebulan.

Alasan Liu adalah karena tersedia lebih sedikit peran untuknya. Namun, ternyata Liu beruntung di beberapa pekerjaan. Itu semua lambat laun membawanya ke banyak audisi lain yang bisa menampilkan bahwa dia memang berbeda dalam makna positif.

Pada wawancara dengan Variety tahun lalu, Liu menyampaikan tantangan mendapat agen untuk film, penampilan teater, acara televisi, dan iklan. Pemeran Charlie's Angels itu mengatakan, banyak yang ingin memasukkan namanya dalam daftar.

Akan tetapi, para agen itu juga tidak terlalu berharap sebab mereka tidak tahu secara realistis, berapa jumlah audisi yang bisa dia dapatkan. Sejak awal, tantangan yang dia hadapi memang tidak jauh dari keberagaman serta penerimaan atas etnisnya.

Tahun lalu, Liu menjadi perempuan Asia-Amerika kedua yang mendapat bintang di Hollywood Walk of Fame. Pada pidatonya, pengisi suara Master Viper dalam sinema animasi Kung Fu Panda itu menyebut nama Anna May Wong yang sangat dia kagumi.

Wong adalah perempuan Asia-Amerika pertama yang dianugerahi bintang di Hollywood Walk of Fame. "Seratus tahun lalu, dia adalah perintis yang juga mengalami rasisme, marginalisasi, dan pengucilan," ungkap Liu, dikutip dari laman InStyle.

Seorang Seniman
Liu pertama kali mulai menyutradarai pada 2015, dengan sebuah film, berjudul "Meena". Film ini didasarkan pada kisah nyata tentang seorang gadis India berusia delapan tahun yang dijual ke rumah bordil. Film itu diputar di New York City pada tahun 2014.

Penghargaan sutradara Liu lainnya termasuk 6 episode Elementary, sebuah episode Graceland, episode Dear Beloved of Law & Order: Special Victims Unit, premier musim kedua Luke Cage dan episode “Marriage Don’t Break Up on Account of Murder - It‘s Just a Symptom That Something Else Is Wrong” dari "Why Women Kill".

Sebelumnya ia mempresentasikan karya seninya dengan nama samaran, Yu Ling (yang merupakan nama China-nya). Liu, yang adalah seorang seniman di beberapa media, telah memiliki beberapa pertunjukan galeri yang menampilkan kolase, lukisan, dan fotografinya. Ia mulai membuat kolase media campuran saat berusia 16 tahun, dan menjadi seorang fotografer dan pelukis. Liu menghadiri Sekolah Studio New York untuk menggambar, melukis, dan memahat dari 2004 hingga 2006.

Pada bulan September 2006, Liu mengadakan pertunjukan seni dan menyumbangkan bagian dari keuntungannya kepada UNICEF. Ia juga tampil di Munich pada 2008. Lukisannya, "Escape", dimasukkan ke dalam Koleksi Seni Canggih Montblanc dan ditunjukkan Art Basel Miami 2008, yang memperlihatkan karya-karya seniman kontemporer Amerika. 

Kemudian, pameran museum nasional pertamanya diadakan di National Museum of Singapore pada awal 2019 dan diberi judul "Unhomed Belongings."

SHARE