Sejarah Panjang Permainan Minum dalam Pesta - Male Indonesia
Sejarah Panjang Permainan Minum dalam Pesta
MALE ID | Story

Permainan minum dalam pesta memiliki sejarah yang panjang. Bahkan sudah ada sejak era Yunani kuno. Di mana Gim favorit yang dimainkan di Yunani kuno adalah kottabos. Kala itu tujuannya adalah membuang daun atau residu dari bagian bawah gelas anggur terakota. 

Photo: doc. MALE.co.id

'Game' minum populer lainnya terdiri dari pembuatan pidato improvisasi kompetitif dengan sebuah tema. Permaianan ini dimainkan dalam Simposium Plato, di mana para peserta masing-masing diminta sambil minum anggur untuk menyampaikan pidato pujian cinta. Dionysus, dewa anggur, diduga sebagai hakim. 

Melansir laman Historytoday, seiring berjalannya waktu, permainan ini memiliki perbedaan penting. Saat ini justru mereka yang kalah malah ketapatan mabuk berat, karena harus minum terus menerus. 

Awal peralihan ini bermula pada 1530-an di Jerman Selatan sekitar masa Reformasi. ketika gaya hidup abad pertengahan mulai goyah, tetapi para pemuda masih berlatih untuk menjadi ksatria. Setelah perang Salib sudah lama berakhir, taktik militer dan ekonomi pun berubah. 

Di sana tanpa prospek pekerjaan yang jelas atau tujuan khusus bagi kehidupan mereka, tidak ada jalan keluar yang jelas untuk energi mereka. Alhasil mereka beralih ke anggur untuk mengisi kekosongan. 

Perubahan permainan minuman ini juga tertulis dalam puisi Latin yang diterbitkan pada 1536, yang mengklaim bahwa minum berlebihan mengambil alih kehidupan profesional. Penulis, Vincent Obsopoeus, rektor sekolah elit di Ansbach, menulis dua buku pertama dari puisi tiga bagiannya, The Art of Drinking, seolah-olah dalam upaya menghentikan budaya baru yang beracun ini. 

Namun, pada bagian tiga, topeng itu tergelincir dan Obsopoeus malah memberi tahu cara memenangkan permainan minum, dengan mengutip pengalaman pribadi yang luas dan permainan yang ia gambarkan di dalamnya adalah yang pertama yang terlihat sangat dikenal. Misalnya, tujuannya adalah untuk minum secara bergantian sampai orang lain pingsan. Posisi terakhir adalah pemenangnya.

Sayangnya, Obsopoeus mendapat kesulitan untuk menulis buku ini. Beberapa tahun kemudian dia menerjemahkan epigram Yunani kuno tentang permainan minum untuk mendapatkan referensi yang kuat. Ini adalah pengingat serius tentang bahaya yang dihadapi siapa pun yang berani melakukan "game" tentang permainan minum.

SHARE