Kenali Hal ini Sebelum Ketagihan Transaksi Online - Male Indonesia
Kenali Hal ini Sebelum Ketagihan Transaksi Online
MALE ID | Works

Apabila Anda melakukan pembayaran secara nontunai (cashless) setiap hari, maka Anda sudah menjadi bagian dari cashless society. Perkembangan teknologi yang kian pesat melahirkan cashless society. Istilah ini lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik karena tergantikan uang elektronik.

Photo by rupixen.com on Unsplash

Masyarakat menyambut transaksi nontunai ini dengan eforia. Ini didukung oleh banyaknya promo yang diberikan oleh penyedia layanan uang digital untuk mendorong penetrasi penggunaan di masyarakat.

Hampir setiap hari transaksi keuangan sudah mulai berganti menggunakan uang digital, baik berbentuk kartu debit maupun kredit hingga aplikasi dompet digital yang dengan mudahnya diakses melalui ponsel.

Berbagai transaksi seperti pembayaran transportasi umum, membayar tol, membayar parkir, belanja kebutuhan harian dengan kartu kredit maupun debit semakin menguatkan cashless society di masyarakat.

"Transaksi digital tentunya sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan di luar sana, namun sebaiknya isi saldo pada dompet digital disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak lepas kontrol atas pengelolaan keuangan pribadi karena kunci utamanya bukan pada produk namun bagaimana masyarakat menggunakan dan mengelola uang mereka," kata Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Walaupun cashless society telah menjadi gaya hidup masa kini, kata Gani, tidak ada salahnya tetap menyiapkan uang tunai untuk kebutuhan-kebutuhan transaksi yang belum tersentuh sistem pembayaran digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah dengan dua pilihan pembayaran tersebut.

Grant Thornton Indonesia merangkum 3 hal penting yang perlu Anda diketahui terkait cashless society untuk mendapat pandangan menyeluruh terkait transaksi nontunai dibandingkan dengan transaksi tunai.

1. Banyak Promo vs Boros
Promo menjadi strategi paling ampuh untuk menarik minat masyarakat menggunakan uang digital, berbagai penyedia layanan uang digital berlomba memberikan promo seperti potongan harga hingga cashback besar-besaran. Ini tentunya menguntungkan jika Anda belanjakan untuk produk yang memang diperlukan. Namun, tanpa disadari kemudahan ini juga membuat masyarakat kian konsumtif yang pada akhirnya hanya menjadi pembelian impulsif karena tergoda diskon hingga pengeluaran menjadi tak terkendali.

2. Transaksi Lebih Cepat vs Sinyal Ponsel
Transaksi dengan nilai besar tentunya akan memakan waktu lebih lama dengan perlunya pihak tenant menghitung uang dahulu, belum lagi menunggu uang kembalian yang kadang tidak tersedia pecahannya di kasir, dengan transaksi nontunai. 

Proses tersebut dapat menjadi jauh lebih mudah dan cepat dengan tinggal gesek kartu pada mesin EDC ataupun scan barcode. Namun, pernahkah terbayang jika mesin-mesin tersebut atau smartphone Anda mengalami kesulitan sinyal? Otomatis pembayaran tidak bisa dilakukan jika tidak membawa uang tunai hingga ada resiko transaksi justru menjadi lebih lama atau bahkan terpaksa membatalkan pembelian.

3. Terhindar dari Perampokan vs Pencurian Online
Kartu maupun aplikasi uang digital di dalam smartphone tentunya memiliki PIN dan password yang menjadikan keamanan lebih ekstra. Selain itu, membawa uang dalam jumlah banyak dalam tas ataupun dompet dapat menarik perhatian yang beresiko mengundang aksi kriminal menjadi salah satu poin menarik bertransaksi nontunai. 

Akan tetapi, perlu dipahami juga secanggih apapun teknologi yang digunakan pada sistem uang digital tetap saja ada celah yang memungkinkan terjadinya serangan siber, termasuk pencurian data dengan risiko tinggi kehilangan uang karena data diretas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

SHARE