Mengenali Intertrigo dan Pencegahannya - Male Indonesia
Mengenali Intertrigo dan Pencegahannya
MALE ID | Sex & Health

Intertrigo adalah peradangan kulit yang umumnya terdapat pada lipatan kulit sehingga menyebabkan ruam, gatal, rasa panas, dan infeksi. Penyebabnya antara lain bisa dikarenakan gesekan, hawa panas atau kelembaban pada lipatan kulit yang kemudian menyebabkan erosi pada lapisan kulit paling atas sehingga mengarah pada gejala intertrigo.

male IndonesiaPhoto by Zach Vessels on Unsplash

Penyebab intertrigo yang paling umum adalah karena kelembaban dan gesekan kulit dengan kulit pada lipatan kulit yang lembab dan hangat seperti perut yang menonjol, lipatan payudara, di antara bokong, ketiak, atau selangkangan. Cenderung terjadi pada orang yang memiliki obesitas, diabetes, dan juga pada balita karena efek penggunaan popok.

Gesekan yang berkepanjangan antara area kulit, meningkatnya suhu badan dan keringat menyebabkan kulit rusak atau teriritasi yang mengakibatkan intertrigo. Intertrigo bisa menjadi parah ketika mikroba seperti bakteri dan jamur tumbuh berlebihan di daerah-daerah tersebut dikarenakan suhu kulit sering dalam kondisi hangat dan lembab. Bakteri dan jamur masuk melalui kulit yang pecah-pecah sehingga menyebabkan infeksi. Kondisi kulit lainnya yang disebabkan fungsi sistem kekebalan yang tidak normal juga dapat menyebabkan intertrigo.

Gejala intertrigo seperti gatal-gatal acap dirasakan pada malam hari. Kerusakan kulit terjadi karena kulit berwarna kemerahan dan terdapat ruam. Kulit terasa terasa seperti terbakar dan kadang mengeluarkan bau busuk (akibat infeksi mikroba). Bahkan jika kulit sampai retak dan terkelupas kadang bisa mengeluarkan darah.


Beberapa faktor yang menyebabkan kulit mudah terjangkit intertrigo, dilansir dari boldsky, antara lain yaitu mereka yang obesitas. Pemilik tubuh gemuk umumnya memiliki banyak lipatan kulit. Di lipatan kulit itulah biasanya intertrigo bersarang.

Sering memakai pakaian ketat juga mudah diserang intertrigo. Pakaian ketat membuat tubuh gampang lembab dan berkeringat. Demikian pula dengan mereka yang pekerjaannya sering mengeluarkan keringat berlebihan, rentan mengidap intertrigo terutama pada bagian kulit selangkangan dan kulit di sela-sela jari kaki.

Tapi jangan khawatir, tak sulit bagi dokter kulit untuk mendiagnosa pasien intertrigo. Melalui pemeriksaan fisik, dokter dengan mudah mengidentifikasi hanya dengan melihat ruam dan serangkaian pertanyaan kepada pasien seperti kondisi medis yang sudah ada sebelumnya serta suhu di daerah pasien tinggal. Jika ahli medis mencurigai adanya infeksi, maka tes laboratorium disarankan untuk mengetahui jenis infeksi guna perawatan lebih lanjut.

Untuk obat-obatan mengatasi intertrigo yaitu berupa obat oles krim atau gel guna mengontrol rasa gatal, ruam, dan kemerahan. Obat jenis antiperspiran (berupa krim atau bubuk) juga bisa digunakan untuk mengendalikan keringat berlebih. Sedangkan antibiotik topikal atau obat antijamur (krim atau salep) bisa untuk mengobati infeksi.

Agar kulit tidak terjangkit intertrigo, para ahli medis menyarankan untuk menjaga berat badan jangan sampai obesitas, hindari mengenakan pakaian atau sepatu ketat dalam waktu yang lama agar tubuh dan telapak kaki tidak sering berkeringat. Juga ubah kebiasaan gaya hidup seperti merokok dan minum alkohol. Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur setiap hari serta pertahankan area tubuh yang memiliki lipatan lemak untuk tetap kering dan bersih. Hindari menggaruk secara berlebihan di area kulit yang gatal karena bisa memungkinkan masuknya mikroba.

Intertrigo tidak menular dari satu orang ke orang lain. Namun jika seseorang memiliki infeksi akibat intertrigo di satu bagian kulit, maka itu dapat menyebar ke area lain di tubuh bila tidak diobati dalam waktu lama.

SHARE