Mengenal FinTech, Inovasi Akses Keuangan Digital - Male Indonesia
Mengenal FinTech, Inovasi Akses Keuangan Digital
MALE ID | Works

FinTech tidak lagi menjadi jargon industri perbankan. Sebaliknya, ini telah menjadi istilah yang umum dalam teknologi pada umumnya. Istilah FinTech diturunkan dengan menggabungkan dua kata yaitu layanan keuangan dan teknologi digital. 

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Singkatnya, dalam laman Digiapay, FinTech hanya mendorong penggunaan teknologi digital oleh para pemula untuk menghasilkan produk dan layanan inovatif seperti pembayaran mobile, keuangan alternatif, perbankan online, dan manajemen keuangan secara keseluruhan.

FinTech diperkenalkan sebagai teknologi yang digunakan pada sistem back-end lembaga keuangan dan bank. Namun, sejak itu definisinya telah berubah secara signifikan. Sekarang ini mencakup beberapa aplikasi yang berbasis konsumen. Pada 2019, Anda dapat berdagang saham, mengelola dana, dan membayar asuransi dan makanan Anda melalui teknologi ini.

FinTech perbankan telah berdampak berbagai aplikasi dan merevolusi cara konsumen mengakses keuangan mereka. Dampaknya berkisar dari aplikasi pembayaran seluler seperti Square hingga perusahaan investasi dan asuransi. Dampak mendalam dari FinTech ini juga dapat dilihat sebagai potensi ancaman terhadap bank tradisional.

Di era digital saat ini, pelanggan tidak tertarik untuk mencari layanan yang disediakan oleh industri jasa keuangan tradisional. Sebaliknya, mereka lebih memilih layanan yang cepat dan aman. Ini adalah alasan mengapa FinTech mendapatkan popularitas dan menyebabkan gangguan pada perbankan dan layanan keuangan lainnya.

Sekarang, mari melihat dampak FinTech melalui beberapa statistik. Menurut sebuah studi yang terjadi pada tahun 2016, sebagian besar orang Amerika (84 persen) menggunakan FinTech untuk mengelola keuangan mereka. Selain itu, sebagian besar dari mereka menggunakan antara satu hingga tiga aplikasi untuk mengelola keuangan mereka. 

Selain itu, sekitar 69 persen menggunakan aplikasi ini setidaknya beberapa kali seminggu dan sekitar sepertiga menggunakannya setiap hari. Saat ini ada sekitar. 1,7 miliar orang di seluruh dunia tanpa rekening bank. FinTech hadir sebagai penyelamat bagi semua orang dengan memberikan opsi mudah untuk berpartisipasi dan mengakses layanan keuangan tanpa memerlukan rekening bank. 

FinTech adalah pilihan terbaik untuk melakukan inklusi keuangan karena dikembangkan untuk memberikan konsumen akses langsung ke keuangan mereka melalui teknologi sederhana namun canggih.

Di tahun-tahun mendatang, semuanya diatur untuk menjadi semakin besar dengan perangkat lunak perbankan ritel, perangkat lunak perbankan inti keuangan, dan banyak komponen lainnya yang berada di bawahnya. Hanya waktu yang akan mengatakan seberapa besar dampak FinTech di dunia.

SHARE