Karyawan yang Kerap Berkumpul Bersama akan Solid - Male Indonesia
Karyawan yang Kerap Berkumpul Bersama akan Solid
MALE ID | Works

Membuat karyawan Anda lebih banyak berjejaring atau berkumpul dengan rekan kerja mereka, baik itu di tempat kerja maupun di luar kantor, bisa menjadi kunci untuk tetap solid. Hal ini diketahui dari penelitian belum lama ini.

Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash

Dalam laman Business News Daily, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personnel Psychology, jejaring internal antar karyawan meningkatkan kepuasan kerja dan keterikatan pekerjaan. Para peneliti mendefinisikan "kelekatan" sebagai perasaan ingin tetap dalam pekerjaan, baik karena ikatan dengan rekan kerja dan kekhawatiran tentang kehilangan manfaat nyata atau yang dirasakan.

Secara keseluruhan, penelitian mengungkapkan bahwa mendapatkan rekan kerja untuk berjejaring satu sama lain mengurangi kemungkinan omset hingga 140%. Caitlin Porter, salah satu penulis penelitian dan asisten profesor di University of Houston, mengatakan bahwa sementara pekerjaan dulu merupakan sumber utama persahabatan, itu tidak lagi menjadi masalah.

Secara umum, para peneliti mengatakan bahwa jaringan didefinisikan sebagai seperangkat perilaku yang dilakukan dengan kontak profesional, termasuk pertukaran sumber daya yang saling menguntungkan, seperti berita tentang lowongan pekerjaan dan saran tentang cara melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Dalam jaringan eksternal, para profesional berkumpul dengan orang-orang dari luar organisasi mereka, sering kali difasilitasi oleh kelompok profesional atau asosiasi perdagangan. Jaringan internal, sebaliknya, bisa menjadi sedikit lebih kasual.

Penulis penelitian mengatakan bahwa jaringan internal dapat sesederhana mengumpulkan kopi dan donat sebelum pertemuan. Porter mengatakan kedua jenis jejaring menyediakan kesempatan untuk meminta saran, menawarkan dukungan dan berbicara tentang masalah-masalah umum.

Untuk penelitian ini, para peneliti memeriksa data yang dikumpulkan dari sekelompok psikolog organisasi industri yang diikuti selama dua tahun. Studi ini menguraikan pekerjaan sebelumnya yang menemukan korelasi antara jaringan dan pergantian pekerjaan. 

Penelitian sebelumnya mencapai kesimpulan dengan membedakan antara jaringan internal dan eksternal untuk menentukan mengapa dan bagaimana masing-masing faktor berkontribusi terhadap keputusan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan.

Para peneliti menemukan bahwa sementara jaringan internal secara dramatis menurunkan kemungkinan pergantian karyawan, jaringan eksternal secara signifikan meningkatkan kemungkinan karyawan pergi. Secara khusus,  jaringan eksternal meningkatkan kemungkinan turnover sebesar 114%. Persentase itu bahkan lebih tinggi jika peluang untuk jaringan internal berkurang.

"Studi ini mengungkapkan bahwa perilaku jaringan internal dikaitkan dengan penurunan kemungkinan pergantian sukarela, dan perilaku jaringan eksternal dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan pergantian sukarela," kata penulis penelitian tersebut.

"Jejaring karyawan, secara umum, berfungsi sebagai pedang bermata dua dengan secara bersamaan memberikan pengaruh yang berlawanan pada keinginan dan kemampuan seseorang untuk meninggalkan organisasi," tambahnya.

Porter mengatakan bahwa sementara pengusaha tidak dapat melarang karyawan dari jaringan di luar kantor, bos dapat meningkatkan peluang untuk jaringan internal. "Semuanya tidak bisa hanya berfungsi sepanjang waktu. Orang-orang perlu berinteraksi satu sama lain," kata Porter.

SHARE