Pengguna eWallet Bisa Meningkat Pasca COVID-19 - Male Indonesia
Pengguna eWallet Bisa Meningkat Pasca COVID-19
MALE ID | Works

Pandemi virus corona atau COVID-19 telah mempengaruhi beberapa aspek kehidupan saat ini, tidak seperti sebelumnya. Pandemi telah benar-benar menghentikan sebagian besar aktivitas manusia selama berminggu-minggu. Situasi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk dunia global yang ekonominya sangat bergantung pada kolaborasi global.

Photo by Mika Baumeister on Unsplash

Dengan tidak adanya perjalanan internasional dan penguncian yang diberlakukan di sebagian besar dunia, ekonomi menderita. Menurut beberapa ahli, kita mungkin menghadapi resesi yang lebih buruk daripada tahun 2008. 

Akan tetapi, mengtuip laman Digipay, penyebaran pandemi COVID-19 secara drastis mempengaruhi cara orang berbelanja dan melakukan pembayaran. Karena sifat virus yang sangat menular, orang menghindari berbelanja di tempat-tempat umum.

Selain itu, bekerja dari rumah karena terkunci juga berdampak pada cara orang berbelanja dan melakukan pembayaran. Karena itu, ada lonjakan mendadak dalam kebutuhan pemrosesan pembayaran yang menimbulkan tantangan untuk pemrosesan pembayaran para pedagang.

Masih ada keraguan apakah virus COVID-19 dapat bertahan hidup dengan mata uang seperti halnya pada permukaan logam pegangan pintu dan pegangan tangan. Namun, orang tidak mengambil risiko dan siap menerima mode pembayaran digital dan tanpa kontak.

Menurut penelitian baru, pengguna Amerika, yang skeptis terhadap pembayaran tanpa kontak, kini menjadi lebih tertarik. Saat ini, di Jerman, lebih dari setengah pembayaran yang dilakukan dengan kartu tidak memiliki kontak. Jumlah ini adalah 35% sebelum wabah Coronavirus.

Orang-orang mengadopsi metode pembayaran tanpa kontak dan digital karena mereka melibatkan lebih sedikit interaksi fisik sehingga lebih aman. Adopsi besar-besaran ini juga mencerminkan lonjakan pembayaran digital di seluruh dunia. Sebagai contoh, FinTech utama Paytm mengatakan bahwa ada peningkatan 15% dalam jumlah permintaan masuk dari pedagang offline untuk bermitra dengan Paytm.

Demikian pula, Razorpay mengumumkan bahwa antarmuka pembayaran terpadu (UPI), internet banking, eWallet adalah tiga mode pembayaran teratas pasca pandemi COVID-19. Mereka juga menyaksikan lonjakan dalam ketiga mode pembayaran dengan kenaikan 19,6% di UPI diikuti oleh kenaikan 11,5% dan 10,3% di internet banking dan eWallet masing-masing. Bersamaan dengan itu laporan Razorpay juga menyarankan kenaikan 10% dalam transaksi digital dalam hal nilai.

SHARE