3 Cara Mudah Diet Kolesterol agar Lebih Sehat - Male Indonesia
3 Cara Mudah Diet Kolesterol agar Lebih Sehat
MALE ID | Sex & Health

Jika kadar kolesterol sudah di atas 200 mg/DI, artinya kadar kolesterol sudah tinggi. Waspada, jika kadarnya terus-terusan tinggi bisa menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan stroke. 

Photo by Oliver Sjöström on Unsplash

Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Di samping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, lemak dibutuhkan oleh tubuh. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori tinggi.

Lemak atau kolesterol juga berfungsi membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Selain itu, kolesterol merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolestrol terdiri dari beberapa bagian, di antaranya kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).

LDL sering disebut lemak jahat, yang menjadi penyebab menempelnya kolesterol di dinding pembuluh darah. Sedangkan HDL atau lemak baik yang berfungsi membersihkan kelebihan kadar kolesterol dari dinding pembuluh darah. Kolesterol yang dibutuhkan akan diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi kadar kolesterol bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan jenis tertentu yang berlebihan.

 
 

Jenis makanan yang menyebabkan kolesterol tinggi bila dikonsumsi berlebihan seperti kuning telur, fast food, junk food, lemak hewani, makanan bersantan dan gorengan. Minuman beralkohol dan makanan yang banyak mengandung gula bisa menjadi pemicu tingginya kadar kolesterol.

Jika kualitas makanan yang dikonsumsi tersebut tidak baik dan banyak mengandung lemak atau protein tinggi, bisa menjadi pencetus lahirnya hiperkolesterolmia. Hiperkolesterolmia merupakan keadaan di dalam darah yang terlalu banyak mengandung kolesterol. Kondisi ini tidak baik bagi tubuh karena dapat melahirkan banyak penyakit yang merugikan.

Kolesterol yang berlebihan akan ditimbun di dalam dinding pembuluh darah dan lambat laun bisa terjadi penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Karena itu, kadar normal kolesterol yang seharusnya berada di dalam batas normal 160-200 mg/dL dan kadar LDL-nya sekitar 130 mg/dL.

Bila kadar kolesterol tinggi sebaiknya menjadi diet kolesterol untuk mencegah risiko penyakit jantung atau stroke. Diet kolesterol adalah diet yang bertujuan menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh yang diketahui melalui proses pemeriksaan darah.

Diet kolesterol bekerja efektif bila program yang ada dilaksanakan secara benar. Proses kerjanya cukup sederhana yaitu hanya melalui proses pengurangan konsumsi makanan yang menghasilkan atau membentuk kolesterol. Dengan mengurangi asupan makanan yang memicu kolesterol tentu saja dapat meningkatkan kadar HDL di dalam tubuh. HDL inilah yang akan bekerja mengurangi kadar kolesterol di dalam darah. Dengan melakukan tiga program sederhana dalam diet kolesterol ini, maka kadar kolesterol di dalam tubuh akan berkurang, yaitu:

Mengurangi Makanan yang Meningkatkan Kadar Kolesterol 
Sebaiknya Anda mengurangi atau mengganti sumber makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol di antaranya makanan berkarbohidrat dengan kandungan glikemik tinggi. Makanan tersebut seperti nasi putih, roti, terigu, mie atau bihun.

Selain itu makanan seperti jeroan, otak, kuning telur, bebek, udang, kepiting, gula berlebih, margarin atau kecap juga disarankan untuk tidak dikonsumsi. Sebaiknya, makanan di atas diganti dengan sumber makanan lainnya seperti nasi merah, sereal, umbi-umbian, ikan laut, jagung, tahu, tempe, ayam tanpa kulit, minyak jagung, minyak zaitun, susu non fat, yoghurt atau susu kedelai.

Mengonsumsi Sumber Makanan yang Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol
Untuk memaksimalkan diet kolesterol perlu adanya makanan tak jenuh ganda yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, biji matahari dan kacang kedelai. Jenis makanan ini harus dikonsumsi lebih dari yang biasanya. Selain itu perlu sekali mengonsumsi makanan dengan serat tinggi seperti pada sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang disarankan seperti labu siam, terong, oyong atau gambas atau lobak.

Sedangkan buah yang dapat dikonsumsi seperti melon semangka, belimbing atau jambu. Terkadang perlu juga makanan berserat lainnya seperti agar-agar, selasih atau kolang-kaling. Untuk menghindari minyak yang berlebih pada makanan, maka sebaiknya segala macam bahan makanan disajikan dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, dipepes atau ditumis.

Melakukan Aktivititas Fisik atau Olahraga 
Olahraga yang teratur bisa menyeimbangkan lemak di dalam tubuh, termasuk kolesterol. Dengan rutin berolahraga makanan yang diasup akan dibakar secara perlahan sehingga kegiatan ini bisa menstabilkan atau menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Olahraga yang dilakukan sebaiknya memiliki tingkat rutinitas yang teratur yaitu 3-4 kali dalam seminggu. Durasi atau lamanya olahraga yang disarankan 30-60 menit. Anda bisa melakukan aktivitas fisik ini mulai dari tingkat ringan hingga menengah.

Lakukan olahraga dengan gerakan ritmis dan dinamis seperti renang, jogging, treadmill, bersepeda atau senam. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat seperti futsal, sepak bola atau basket yang bisa menguras banyak energi.

Berat Badan Turun
Dengan diet kolesterol, selain kadar kolesterol menjadi normal, berat badan juga akan turun. Berat badan akan berkurang 0,5-1 kg setiap minggunya atau 2-4 kg dalam sebulan. Tingkat kesuksesan diet kolesterol ini akan berbeda satu sama lain. Namun, jika Anda disiplin menjalaninya penurunan kadar kolesterol ke tingkat normal biasanya berlangsung dalam proses 2-3 bulan.

Diet ini aman tanpa efek samping. Dengan melakukan diet ini otomatis tubuh menjadi lebih sehat dan berat badan akan berkurang. Namun bila memiliki berat badan kurang dari berat badan proposional atau ideal, tidak disarankan untuk melakukan diet kolesterol ini.

Selain itu diet ini tidak diperbolehkan bagi yang mengalami malnutrisi atau kekurangan asupan nutrisi gizi. Demi mencapai hasil maksimal, sebaiknya melakukan pengecekan terhadap kadar kolesterol lalu mengonsultasikan ke dokter langganan Anda untuk mendapatkan program diet yang tepat.

SHARE