Lebih dari Stres, Pandemi Pengaruhi Gairah Seks - Male Indonesia
Lebih dari Stres, Pandemi Pengaruhi Gairah Seks
MALE ID | Sex & Health

Jika Anda telah melihat beberapa perubahan nyata dalam libido Anda sejak pandemi ini dimulai, Anda sama sekali tidak sendirian. Bahkan keinginan seksual saat pendami lebih tinggi daripada stres yang dialami setiap orang.

male indonesia gairah seksPhoto by cottonbro from Pexels

Stres sebenarnya dapat memengaruhi libido orang yang berbeda dengan cara yang sangat berbeda. Beberapa orang tidak tahan dengan pikiran tentang seks ketika mereka sedang stres, sementara yang lain mencarinya lebih dari sebelumnya.

Selain itu, Mind Body Green menuliskan, bahwa menghabiskan begitu banyak waktu di rumah baik tanpa pasangan atau memiliki pasangan, telah menciptakan lingkungan unik yang memiliki efek kuat pada libido. Bisa wanita atau pria. Berikut ini fakta di mana pandemi dapat memengaruhi keinginan seksual pria maupun wanita.

Awalnya Minim Gairah Seks
Bagi banyak orang, stres yang luar biasa dan emosi kacau yang dipicu oleh pandemi ini benar-benar menenggelamkan hasrat seksual mereka. Hal tersebut tertuang dalam penelitian di laman ncbi.nlm.nih.gov, di mana secara umum, memiliki kehidupan yang penuh tekanan dikaitkan dengan gairah seksual yang lebih rendah. 

Terapis seks bersertifikat AASECT, Jessa Zimmerman mengatakan, ketika datang pandemi, seseorang akan cenderung untuk membersihkan rumah, memiliki hobi baru seperti berkebun, dan lain sebagainya. "Alhasil, itu menguras secara fisik dan menghabiskan energi," kata Zimmerman.

Lebih Bergairah dari Sebelumnya
Selanjutnya akan berbeda. Tidak semua orang merespons stres dengan cara yang sama. Bagi banyak orang, seks adalah bentuk penghilang stres. Ini adalah cara untuk mengalihkan perhatian Anda dari semua hal buruk yang terjadi dan mendapatkan kesenangan baik secara fisik maupun spiritual. 

Sebuah penelitian kecil baru-baru ini menemukan bahwa wanita berhubungan seks lebih banyak selama COVID dan telah mengalami hasrat seksual yang umumnya lebih tinggi. Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan antara hari-hari penuh tekanan dan peluang lebih tinggi untuk berhubungan seks.

Bagi orang-orang yang mengkarantina pasangannya, menghabiskan waktu ekstra itu bersama-sama secara alami memungkinkan untuk melakukan lebih banyak seks. Dan tentu saja, untuk orang lajang atau orang-orang yang dikarantina tanpa pasangan, akan mendapati diri mereka benar-benar kehilangan sentuhan fisik, sehingga lebih mengambil kencan lebih serius karena COVID. Disini pelaung bagi Anda antara mengetahui sisi sekual wanita dan mereka yang masih melajang.

Seberapa Pentingkah Seks Selama Pandemi?
"Jika orang menghadapi masalah bertahan hidup seperti keuangan dan kesehatan, seks mungkin akan sedikit," kata Zimmerman. 

Tapi, lanjut Zimmerman, seks juga merupakan garis hidup, aspek yang meriah, menyenangkan untuk menjadi manusia, dan orang mungkin tidak ingin membuangnya atau mengabaikannya saat menavigasi situasi. 

Seseorang bisa memilih untuk mengambil momen kesenangan dan gairah ketika mereka bisa. "Kesenangan penting (berhubungan seksual), bahkan di saat-saat sulit," tutur Zimmerman.

SHARE