Kulit Gelap Pakai Pelindung Tabir surya, Perlukah? - Male Indonesia
Kulit Gelap Pakai Pelindung Tabir surya, Perlukah?
MALE ID | Looks

Tubuh memerlukan sinar matahari untuk mengaktifkan vitamin D, sehingga membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Namun jika terlalu lama terkena paparan sinarnya justru  merugikan tubuh.

Male IndonesiaPhoto:Pixabay

Seperti diketahui, cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet (UV). Sinar UV ada 3 jenis, yaitu sinar UVA, sinar UVB, dan sinar UVC. Penelitian menyebutkan, efek paparan sinar UVA dapat menyebabkan penuaan dini seperti flek hitam di wajah, atau muncul kerutan halus. Begitu pula paparan sinar UVB berlebihan dapat merusak serat kolagen dan membakar kulit (sunburn).

Baik paparan sinar UVA dan UVB, keduanya bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Sedangkan UVC merupakan sinar UV yang paling berbahaya karena bersifat karsinogenik dan memicu kanker kulit. Karena itu Anda harus lebih waspada jika terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari.

Jika Anda tidak ingin sinar matahari merusak kulit, penggunaan pelindung tabir surya seperti sunblock atau sunscreen boleh jadi solusi. Tak hanya digunakan oleh wanita, pria pun membutuhkan tabir surya untuk melindungi kulit saat beraktivitas setiap harinya.

Sebagian orang ada beranggapan, mereka yang berkulit putih saja yang rentan terhadap paparan sinar UV yang merusak kulit. Sementara orang berkulit gelap dianggap memiliki ketahanan kulit yang lebih baik meski berlama-lama di bawah sinar matahani, sehingga tidak membutuhkan tabir surya. Benarkah demikian?

Warna kulit kita ditentukan oleh melanin yaitu pigmen alami di tubuh kita. Dilansir dari boldsky.com, jika Anda memiliki kulit gelap, maka Anda memiliki lebih banyak melanin di tubuh. Melanin tidak hanya memberikan warna pada kulit, tetapi juga memiliki sifat pelindung kulit. Melanin adalah “agen” penyerap UV dan melindungi kulit dari sinar matahari UVA dan UVB.


Pemilik kulit gelap memang memiliki perlindungan lebih besar terhadap kerusakan kulit akibat sinar matahari dibandingkan mereka yang berkulit terang. Pemilik kulit putih memungkinkan menyerap 24 persen UVB dan 55 persen UVA ke dalam kulit. Sementara kulit gelap menyerap 7,4 persen UVB dan 17,5 persen UVA masuk ke kulit.

Mereka yang berkulit gelap, dampak sengatan matahari mungkin tidak terlihat seperti timbul bercak merah pada kulit sebagaimana yang lazim terlihat pada pemilik kulit terang. Namun kerusakan terhadap kulit yang dilakukan oleh matahari tidak peduli kulit terang atau gelap.
Keduanya bisa berisiko terkena kanker kulit bila kulit tidak dilindungi.

Jadi, para ahli spesialis kulit menyarankan, Anda yang berkulit terang maupun berkulit gelap, alangkah baik tetap menggunakan perlindungan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan lebih dari 10-15 menit, terutama pada saat musim panas. Namun juga perlu diperhatikan, kandungan SPF (sun protector factor) pada produk tabir surya. SPF merupakan penentu seberapa lama kulit Anda terpapar sinar matahari. Semakin tinggi nilai SPF-nya, menandakan seberapa kuat perlindungan tabir surya tersebut pada kulit Anda.

Sekarang ini ada banyak produk tabir surya, umumnya tabir surya mineral yang mengandung titanium dioksida atau seng oksida. Pilih tabir surya yang tahan air, sehingga tidak mudah luntur kala tubuh berkeringat. Oleskan tabir surya pada kulit 15-20 menit sebelum keluar dari ruangan.

Jika Anda melihat ada semacam abu halus dan pigmen putih yang mengendap di kulit setelah Anda menggunakan tabir surya, maka disarankan untuk menggantinya dengan produk tabir surya lain dengan formulasi yang berbeda.

SHARE