Teliti saat Memilih Obat Tetes Saat Mata Merah - Male Indonesia
Teliti saat Memilih Obat Tetes Saat Mata Merah
MALE ID | Sex & Health

Bagi yang mengalami alergi musiman, kadang terpaksa mengonsumsi obat-obatan. Namun ada beberapa orang, setelah mengonsumsi obat justru menimbulkan alergi pada mata yang terasa gatal dan memerah. Atau meski Anda tidak memiliki gejala alergi musiman, namun mata Anda tiba-tiba menjadi sangat gatal dan memerah ketika berada di luar ruangan, mengapa bisa terjadi?

Photo by Jordan Whitfield on Unsplash

Konjungtivitis alergi, demikian dokter spesialis mata menyebutnya. Ini dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun, kadang-kadang karena tungau debu atau bulu binatang. Konjungtivitis adalah peradangan selaput lendir pada kelopak mata.

Obat tetes mata mungkin bisa membantu. Salah satu manfaat tetes mata untuk gejala alergi mata adalah memiliki aksi yang cepat untuk mengurangi gatal dan memerah pada mata. “Jadi Anda merasa lega, dan berhenti menggosok mata,” jelas Dr Courtney Jackson Blair, wakil presiden Alergi, Asma dan Imunologi Masyarakat Greater Washington dan pendiri Asosiasi Alergi dan Asma di Virginia.

Memang ada banyak obat tetes mata di toko obat. Namun perlu juga Anda ketahui beberapa jenis obat mata seperti di bawah ini agar Anda tidak gagal paham dan tidak sembarang menggunakan tetes mata.

Kandungan Obat Tetes Mata
Di toko obat, Anda biasanya akan menemukan dua jenis produk tetes mata yang dijual bebas, yaitu yang mengandung ketotifen dan yang mengandung kombinasi obat (disebut feniramin maleat dan naphazoline hidroklorida).

Tetes mata mengandung ketotifen adalah antihistamin, yang berarti memblokir gejala dengan memblokir reseptor untuk histamin (basa organik yang mampu menurunkan tekanan darah). Ini juga disebut penstabil sel mast, yang artinya memblok bahan kimia termasuk histamin agar tidak berproduksi.


Obat tetes mata yang mengandung feniramin maleat dan dekongestan (naphazoline hidroklorida) adalah kombinasi antihistamin. “Satu-satunya tantangan dengan dekongestan (yang bertindak sebagai pengurang kemerahan) adalah kadang-kadang akan menyebabkan efek rebound,” kata Jackson Blair, dilansir dari menshealth.

Menurut dia, kemerahan pada mata bisa kembali lebih buruk daripada sebelumnya. Juga dapat meningkatkan tekanan pada mata, sehingga pasien dengan glaukoma harus menghindari jenis tetes mata ini. Bila mata Anda tidak juga bisa diobati dengan obat tetes mata yang dijual bebas, ada baiknya menemui dokter spesialis mata.

Ahli spesialias mata, Dr Waibel mengatakan, untuk mendapatkan hasil maksimal dari obat tetes mata yang disebabkan alergi maka harus memeriksakannya ke dokter mata untuk mendapatkan resep obat yang tepat.

Baca label kandungan obat tersebut pada kemasannya, perhatikan mengenai dosis dan berapa kali sehari Anda perlu menggunakan obat itu. “Tanyakan (kepada dokter) atau baca label untuk melihat apakah tetes mata itu dapat digunakan dengan lensa kontak. Beberapa ada yang bisa, tetapi Anda mungkin harus menyesuaikan jadwal pemakaian lensa Anda, karena Anda perlu menunggu 10 hingga 15 menit setelah menggunakan obat tetes sebelum memakai kembali lensa mata Anda,” kata Waibel.

Dia pun mengingatkan agar menjaga obat tetes mata tetap dingin. “Sensasi sejuk akan menenangkan, yang dapat membantu meminimalkan kemerahan dan gatal-gatal,” ujarnya.
Selain obat tetes mata, saat di rumah Anda juga bisa mencuci mata dengan air sejuk atau mengusap kelopak mata dengan kain bersih yang didinginkan. Ini bisa membantu mengurangi gejala mata yang alergi, gatal dan berair.

SHARE