Waduh, Perilaku Perusahaan agar Lembur Tak Dibayar - Male Indonesia
Waduh, Perilaku Perusahaan agar Lembur Tak Dibayar
MALE ID | Works

Zaman sudah berganti seiring berkembanganya teknologi. Di mana dahulu kantor-kantor menerapkan jam kerja normal. Mulai dari pukul sembilan hingga pukul lima sore, namun sekarang berubah.

Male IndonesiaPhoto by Mario Gogh on Unsplash

Di mana, koneksi internet di mana saja dan laptop, atau smartphone setiap orang sudah membawanya setiap hari perusahaan pun ternyata memiliki strategi untuk menuntut Anda lebih standby kapanpun diperlukan.

Jika jeli, berarti sudah tidak ada lagi jam kerja yang jelas untuk Anda. Anda perlu mengantisipasi ini meski terlihat asik. Bisa jadi Anda sedang dicurangi. Karena, setiap karyawan berhak diberi upah di luar gaji pokok setiap kali mereka bekerja di luar jam kerja.

Lalu apa saja kecurangan perusahaan tersembunyi yang dipakai perusahaan agar lembur tidak dibayar?

Jam Kerja Fleksibel
Kecurangan perusahaan yang tidak disadari yaitu jam kerja fleksibel. Jam kerja ini kini sedang digemari oleh para generasi milenial. Sadar atau tidak, jika diperhatikan dengan jeli, budaya perusahaan seperti ini membentuk Anda untuk kerja lebih dari delapan jam. Di mana Anda bisa mengerjakan semua pekerjaan kantor kapan pun di mana pun.

Bahkan ada pula yang menerapkan jam kerja yang tak menentu justru sebenarnya untuk membentuk para karyawannya selalu tiba lebih awal satu jam dari jam kerja normal.

Atasan Kerap Menimbulkan Situasi Urgent
Kecurangan perusahaan yang kerap luput dari kesadaran adalah jika Anda pernah menerima perintah dari atasan dengan alasan "urgent". Hal ini supaya bisa dikerjakan langsung di luar jam kerja. Padahal apa yang Anda kerjakan itu sudah termasuk lembur. Karena jam kerja sudah ditentukan. Jika kerap terjadi, jangan dibiarkan. Catat waktunya saat atasan menghubungi dan jam ketika kamu menyelesaikan tugas itu.

Gaji Kompetitif
Gaji kompetitif yang diberlakukan perusahaan kepada karyawannya juga perlu diperhatikan baik-baik. Karena ini bisa menjadi alasan ketika Anda menanyakan jam kerja lembur Anda. Meski Anda sudah diberikan kompensasi berupa gaji yang kompetitif, mungkin lebih tinggi dari perusahaan lain, tetapi itu bukan berarti Anda harus bekerja rodi.

Karena gaji kompetitif adalah hak Anda seutuhnya atas kualifikasi dan kontribusi yang Anda berikan kepada perusahaan. Sekali lagi bukan atas kerja rodi. Maka jika Anda bekerja lembur, perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan insentif berupa uang lembur.

Jabatan Tinggi Tapi Sebenarnya Menipu
Jabatan apa itu? Jabatan yang memberi kesan Anda terlihat memiliki posisi penting dalam perusahaan. Seperti halnya Asisten Manajer atau Wakil Direktur. Anda bisa melihat atau merasakanya, di mana Anda berada posisi Asisten Manajer, namun Anda tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang me-manage. Malah ditugaskan untuk hal yang sifatnya administratif yang membuat Anda sering lembur.

Bagi seorang wakil direktur justru ini lebih menguras waktu Anda, karena akan mengurus semua hal remeh temeh yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh direktur itu sendiri.

Bekerja dari Rumah
Ini kadang terlalu asik dan dianggap menjadi hal yang biasa. Tetapi sebenarnya Anda sedang dihadapkan pada posisi lembur. Misalnya ketika Anda di rumah tetapi harus tetap mengirimkan email atau diminta untuk memeriksa laporan, menghubungi klien, dan menyiapkan presentasi sepulang dari kantor, dan masih banyak lagi.

Pernah terpikirkan tidak jika Anda sebenarnya hanya tubuh Anda yang pulang ke rumah, tetapi pikiran tetap di kantor. Ini kerap dimanfaatkan beberapa perusahaan karena Anda dianggap memiliki sumber daya lebih seperti laptop dan koneksi internet untuk menyelesaikannya. 

SHARE