Alasan eWallets Lebih Populer di Negara Berkembang - Male Indonesia
Alasan eWallets Lebih Populer di Negara Berkembang
MALE ID | Works

Layanan eWallets telah cukup populer di negara-negara maju seperti AS selama hampir 20 tahun terakhir. Namun, kini perlahan-lahan mulai mendapatkan popularitas di negara-negara berkembang. Hal itu terlihat mulai 2 dekade di belakang.

Photo by StockSnap from Pixabay

Kendati mulai memiliki popularitas yang signifikan, ada pertanyaan yang cukup mengganggu. Mengapa eWallets bisa populer di negara berkembang? Padahal kemajuan sisteim TI terbilang belum cukup baik seperti negara-negara maju.

Smartphone penting bagi seseorang di AS dan juga bagi seseorang yang tinggal di negara Afrika. Namun, tidak salah untuk mengatakan smartphone memiliki dampak yang lebih besar pada kehidupan akhir-akhir ini. Itu karena saat ini, kemajuan dalam smartphone menjembatani kesenjangan antara laptop dan telepon.

Artinya, smartphone adalah satu-satunya komputer yang mudah diakses oleh orang-orang di negara berkembang. Biaya smartphone lebih murah dibandingkan tablet atau laptop. Selain itu, ukurannya yang ringkas membuatnya mudah dibawa-bawa dan lebih mudah dilindungi dari pencurian.

Mengutip laman Digipay, orang-orang di negara berkembang memiliki pendapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang di negara maju. Itu sebabnya smartphone yang terjangkau dengan jumlah memori yang besar dan baterai yang kuat menjadi pilihan yang sempurna. 

Selain itu, smartphone juga menawarkan akses ke berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau informasi kesehatan, keuangan, daftar tugas pribadi, dan banyak lagi.

Menurut Economist, Kenya, Tanzania, dan Zimbabwe adalah tiga negara berkembang teratas yang menghabiskan paling banyak uang non-tunai. Pengeluaran The mobile money menyumbang persentase besar dari GDP negara tersebut. Persentase masing-masing adalah 55%, 65%, dan 21% untuk Kenya, Tanzania, dan Zimbabwe. Bahkan di Afghanistan, uang seluler memiliki signifikan 18% dari total PDB-nya.

Angka-angka ini adalah kesaksian fakta betapa pentingnya teknologi ponsel pintar bagi negara-negara berkembang ini dan bagaimana layanan eWallet dapat meningkatkan perekonomian suatu negara.

Lebih Aman dari Uang Kertas
Orang-orang di negara maju lebih suka menggunakan uang digital daripada uang tunai karena tidak bisa dicuri. Orang-orang di negara maju berusaha untuk menghemat uang dari penjahat yang dapat melakukan apa saja untuk menipu pihak berwenang. Namun, kasus di negara-negara berkembang berbeda karena kadang-kadang pihak berwenang adalah penjahat.

Banyak negara berkembang tidak mampu membayar pejabat penegakan hukum mereka dengan gaji yang memadai. Ini sering menyebabkan para pejabat ini berkompromi atau menghindari kewajiban hukum mereka. Ini membuat orang awam memiliki dua pilihan, baik membayar suap dengan sukarela atau memeras uang dengan paksa atau ancaman.

Sekarang, solusi eWallets tidak sepenuhnya kebal terhadap polisi. Namun, gagasan mencuri uang digital kurang menarik dibandingkan uang tunai karena menciptakan catatan digital suap atau pencurian. Selain itu, uang digital tidak cocok bagi para penjahat untuk membeli produk atau layanan ilegal karena dapat dengan mudah dilacak.

Keamanan eCommerce Tingkat Lanjut
Ada beberapa negara berkembang yang menawarkan layanan eWallet berbasis nasional. Namun, eWalllets ini memiliki tingkat keamanan eCommerce di bawah standar. Dalam dekade terakhir, penyedia eWallet global telah muncul yang mempertahankan kepatuhan PCI DSS. Kesesuaian ini adalah salah satu standar keamanan tertinggi untuk semua transaksi eCommerce yang terjadi di dunia.

Sebelumnya, orang-orang sangat skeptis dalam melakukan pembelian eCommerce dengan eWallet. Dan mereka benar sehingga ada kemungkinan besar mereka memberikan informasi akun mereka ke tangan yang salah. Namun, dengan teknologi cybersecurity mutakhir dan infrastruktur kepatuhan PCI DSS global, penyedia eWallet dapat dengan mudah menghilangkan skenario di atas.

Selain itu, penyedia eWallet telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk membuat layanan eWallet populer di negara-negara berkembang. Mereka telah menetapkan dan memberikan standar keamanan tinggi untuk semua layanan eWalllet domestik dari negara-negara yang mendapatkan daya tarik di pasar global.

Aksesibilitas ke Pasar Global
Orang-orang di negara maju seperti Amerika Serikat menggunakan e-wallet untuk membeli barang-barang yang tidak tersedia di kota mereka. Namun, orang-orang di negara berkembang menggunakan layanan e-wallet untuk membeli barang-barang yang tidak tersedia di seluruh negara mereka.

Di negara-negara seperti Kenya, jika orang ingin membeli sesuatu yang tidak didistribusikan di negara itu maka mereka cukup masuk ke situs eCommerce global dan memesan. Proses yang sama berlaku untuk produk-produk yang pabrikannya tidak memiliki akses ke vendor mana pun di negara ini.

Memang benar bahwa menerima pesanan online masih menjadi masalah yang dihadapi banyak negara seperti Kenya. Namun, begitu negara-negara ini sepenuhnya membangun partisipasi mereka dalam eCommerce global bersama dengan layanan eWallet global, maka masalah ini dapat diselesaikan. 

SHARE