Jejak Little Richard di Jagat Rock ‘N Roll - Male Indonesia
Jejak Little Richard di Jagat Rock ‘N Roll
MALE ID | News

Little Richard, seorang musisi, penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat, yang juga dikenal sebagai sosok “founding father” musik rock and roll, telah meninggal dunia pada 9 Mei 2020 lalu, dalam usia 87 tahun. Putranya, Danny Penniman, kepada Rolling Stone mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal tetapi dia tidak tahu penyebab kematian ayahnya itu.

Male IndonesiaPhoto: Wikimedia/Anna Bleker

Sejumlah rekan musisi dan penggemar ramai-ramai memberi penghormatan kepada Little Richard di media sosial menyusul berita kematiannya. "RIP The Great Little Richard seorang penghibur yang unik dan tak terbantahkan,” tulis musisi dan penulis lirik asal Inggris, Tim Rice, dikutip dari independent.co.id.

 "Tidak ada Beatles dengan Little Richard. (hanya untuk memberi sedikit perspektif tentang dampaknya pada musik). Tidak ada Jimi Hendrix tanpa Little Richard (dia mempelajari semua kecakapan memainkan pertunjukan dari yang terbesar dan disiplin serta etos kerja)." tulis jurnalis asal Amerika Serikat, Karen Hunter, dalam twitter-nya.

“Richard kecil adalah petasan yang mematikan semuanya. Di sana, di Big Bang rock’n roll, kekuatan yang tak terkendali ini melampaui ras, gender, dan seksualitas. Kami berutang segalanya padanya. RIP,” kata pengamat dan kritikus musik, Simon Price. "Lebih dari Presley, lebih dari Cochran, lebih dari Berry, lebih dari Holly, rock'n'roll berbentuk ‘Richard Kecil’. Pria ini adalah yang terbesar dari semuanya,” sebutnya.

Artis bernama asli Richard Wayne Penniman itu dinilai berpengaruh besar dalam jagat musik dunia selama 5 dekade. Karya musiknya dianggap turut berperan melahirkan genre musik lainnya seperti rock, soul, funk, rhytm and blues, hingga hip hop.

Lahir di Macon, Georgia, pada 5 Desember 1932, Little Richard merupakan anak kedua dari 12 bersaudara. Ayahnya, Bud, mengusirnya saat dia remaja. Kemudian Richard dibawa oleh keluarga kulit putih, yang mengelola klub tempat Richard pertama kali tampil sebagai penyanyi.

Lagunya "Tutti Frutti" menjadi hits tahun 1956, dan dengan cepat membuatnya terkenal. Lagu ini dibuatnya ketika dia menjadi pencuci piring di stasiun bus Greyhound di Macon.
Masih di tahun 1956, selanjutnya dia melahirkan "Long Tall Sally" dan "Rip It Up". Setahun kemudian menciptakan "Lucille", disusul "Good Golly Miss Molly" pada tahun 1958.

Akhir tahun 50-an merupakan periode paling produktif dan sukses dalam
karirnya. Pengaruhnya berlanjut selama beberapa dekade setelahnya. Karya lagu dan gaya penampilannya bahkan memengaruhi sejumlah musisi dunia seperti The Beatles, The Rolling Stones, Rod Stewart dan David Bowie. Penampilannya yang flamboyan dalam setiap pertunjukan dengan mode pakaian yang cerah, belakangan kemudian ditiru oleh penyanyi Prince.

Hasil karyanya "Long Tall Sally" dibawakan oleh The Beatles hingga menjadi tenar. Musisi lain seperti The Kinks, Elvis Costello dan The Everly Brothers juga sering membawakan lagu-lagu ciptaan Little Richard.

"Aku bisa melakukan suara Little Richard, yang merupakan hal yang liar, serak, menjerit. Ini seperti pengalaman di luar tubuh," kata mantan bassis The Beatles, Paul McCartney.

Penyanyi AC/DC saat itu, Brian Johnson pernah mengatakan kepada The Guardian pada 2014. "Itu hari Sabtu, saat itu adalah hari yang cerah. Dan lelaki kulit hitam ini (Little Richard) dengan tatanan rambut dan gigi konyol ini, dia lebih cantik dari seorang wanita. Dan itu adalah 'Tutti Frutti' ..." katanya.

SHARE