Bertengkar Secara Sehat dengan Pasangan - Male Indonesia
Bertengkar Secara Sehat dengan Pasangan
MALE ID | Relationships

Seromantis apapun membina hubungan dengan pasangan, kadang ada saja selisih paham hingga terjadi pertengkaran. "Konflik adalah apa yang secara alami terjadi ketika dua sisi atau perspektif yang berbeda berusaha untuk bergabung," kata Jor-El Caraballo, seorang profesional kesehatan mental dan salah satu pendiri Viva Wellness.

Male IndonesiaPhoto: Pixabay.com

Maka, menurut dia, wajar kalau ada perselisihan yang menimbulkan ketidaksepakatan, yang sering mendorong pertengkaran atau perkelahian. Pertengkaran yang dia maksud dalam hal ini bukanlah pelecehan fisik atau sikap emosional kepada pasangan, namun berupa argumen yang menanas namun masih dalam batas-batas sehat dan normal.

Asalkan, kata dia, Anda tidak mencari menang daripada selesaikan konflik. Karena seharusnya tidak ada pemenang dan pecundang ketika Anda berdebat dengan pasangan Anda. Jika tujuan Anda untuk menang, atau Anda merasa kalah, itu berarti tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan.

Terkadang, pada titik tertentu selama pertengkaran, Anda dan pasangan akan mengatakan hal yang sama berulang-ulang. "Ketika percakapan mengenai itu, penting untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri, 'Apakah memenangkan argumen ini adalah hal paling penting saat ini?'" kata Caraballo, dilansir dari menshealth. Jika kemenangan yang Anda kejar, maka jangan teruskan berargumen sampai nanti ketika Anda merasa tujuan sebenarnya adalah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Bahkan juga tak jarang, ketika Anda merasa frustrasi dengan pasangan pada saat tertentu, mungkin Anda akan mengungkapkan setiap hal menjengkelkan yang pernah dilakukan pasangan. Sehingga ketika bertengkar atas suatu masalah, hal-hal lain yang menjengkelkan dari pasangan juga turut Anda ucapkan. Semestinya hindari itu.


Jadi apa yang harus Anda lakukan saat bertengkar dengan pasangan? Pertama, pikirkan apa tujuan Anda sehingga terjadi pertengkaran. "Apakah harus didengar? Apa resolusi spesifik yang Anda cari? Setelah Anda dan pasangan tahu persis mengapa Anda bertengkar, dan apa yang Anda harapkan bisa diselesaikan dengan berdebat, maka Anda benar-benar memiliki kesempatan untuk mencapai resolusi yang ramah,” kata Caraballo.

Kedua, lanjut dia, gunakan metode komunikasi XYZ. Metode XYZ sangat membantu dalam meredakan pertengkaran dan memecahkan masalah. Cara kerjanya, Anda mesti berkata pada diri sendiri bahwa, "Saya merasakan X (mengidentifikasi perasaan) ketika Y terjadi (mengidentifikasi masalah atau memicu peristiwa) dan saya akan menghargai Z (obat/resolusi).”

"Perhatikan tidak ada menyalahkan dengan metode ini. Sehingga kepada pasangan Anda tidak perlu mengatakan ‘kamu melakukan X, kamu menyebabkan Y, ini adalah kesalahan kamu (Z)," kata Caraballo.

Dia pun mengingatkan, jika menyalahkan pasangan Anda maka membuat pasangan
merasa defensif, sehingga tidak membantu ketika mencoba menyelesaikan konflik. "Bila masalah itu adalah sesuatu yang ditakdirkan untuk mempertahankan hubungan Anda, maka buatlah rencana untuk mengambilnya kembali nanti ketika Anda merasa sedikit lebih tenang dan rasional,” pungkasnya.

Seromantis apapun membina hubungan dengan pasangan, kadang ada saja selisih paham hingga terjadi pertengkaran. "Konflik adalah apa yang secara alami terjadi ketika dua sisi atau perspektif yang berbeda berusaha untuk bergabung," kata Jor-El Caraballo, seorang profesional kesehatan mental dan salah satu pendiri Viva Wellness.

Maka, menurut dia, wajar kalau ada perselisihan yang menimbulkan ketidaksepakatan, yang sering mendorong pertengkaran atau perkelahian. Pertengkaran yang dia maksud dalam hal ini bukanlah pelecehan fisik atau sikap emosional kepada pasangan, namun berupa argumen yang menanas namun masih dalam batas-batas sehat dan normal.

Asalkan, kata dia, Anda tidak mencari menang daripada selesaikan konflik. Karena seharusnya tidak ada pemenang dan pecundang ketika Anda berdebat dengan pasangan Anda. Jika tujuan Anda untuk menang, atau Anda merasa kalah, itu berarti tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan.

Terkadang, pada titik tertentu selama pertengkaran, Anda dan pasangan akan mengatakan hal yang sama berulang-ulang. "Ketika percakapan mengenai itu, penting untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri, 'Apakah memenangkan argumen ini adalah hal paling penting saat ini?'" kata Caraballo, dilansir dari menshealth. Jika kemenangan yang Anda kejar, maka jangan teruskan berargumen sampai nanti ketika Anda merasa tujuan sebenarnya adalah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Bahkan juga tak jarang, ketika Anda merasa frustrasi dengan pasangan pada saat tertentu, mungkin Anda akan mengungkapkan setiap hal menjengkelkan yang pernah dilakukan pasangan. Sehingga ketika bertengkar atas suatu masalah, hal-hal lain yang menjengkelkan dari pasangan juga turut Anda ucapkan. Semestinya hindari itu.

Jadi apa yang harus Anda lakukan saat bertengkar dengan pasangan? Pertama, pikirkan apa tujuan Anda sehingga terjadi pertengkaran. "Apakah harus didengar? Apa resolusi spesifik yang Anda cari? Setelah Anda dan pasangan tahu persis mengapa Anda bertengkar, dan apa yang Anda harapkan bisa diselesaikan dengan berdebat, maka Anda benar-benar memiliki kesempatan untuk mencapai resolusi yang ramah,” kata Caraballo.

Kedua, lanjut dia, gunakan metode komunikasi XYZ. Metode XYZ sangat membantu dalam meredakan pertengkaran dan memecahkan masalah. Cara kerjanya, Anda mesti berkata pada diri sendiri bahwa, "Saya merasakan X (mengidentifikasi perasaan) ketika Y terjadi (mengidentifikasi masalah atau memicu peristiwa) dan saya akan menghargai Z (obat/resolusi).”

"Perhatikan tidak ada menyalahkan dengan metode ini. Sehingga kepada pasangan Anda tidak perlu mengatakan ‘kamu melakukan X, kamu menyebabkan Y, ini adalah kesalahan kamu (Z)," kata Caraballo.

Dia pun mengingatkan, jika menyalahkan pasangan Anda maka membuat pasangan
merasa defensif, sehingga tidak membantu ketika mencoba menyelesaikan konflik. "Bila masalah itu adalah sesuatu yang ditakdirkan untuk mempertahankan hubungan Anda, maka buatlah rencana untuk mengambilnya kembali nanti ketika Anda merasa sedikit lebih tenang dan rasional,” pungkasnya.

SHARE