Amankan Media Sosial Anda dengan 7 Cara Ini - Male Indonesia
Amankan Media Sosial Anda dengan 7 Cara Ini
MALE ID | Digital Life

Media sosial sekarang ini menjadi bagian penting dari bisnis. Untuk itu penting untuk menjaga keamanan akun agar tidak diserang peretas.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Serangan keamanan di dunia maya kabarnya terjadi setiap 39 detik. Bahkan terdapat sekira 300 ribu malware yang dibuat setiap harinya. Dikutip dari laman Hackernoon, ada ribuan akun media sosial yang diretas setiap tahunnya. 

Peretas bahkan dapat mengambil alih akun media sosial Anda dan menyalahgunakannya. Untuk itu, Anda jangan cuek terhadap akun media sosial Anda. Mengutip dari berbagai sumber berikut beberapa tips aman menjaga media sosial Anda.

Buatlah Email Khusus
Hindari menggunakan email yang sama untuk media sosial dan akun lainnya. Sehingga ketika akun media sosial Anda di retas, peretas tidak akan mencapai akun lainnya seperti e-commerce dan sebagainya.

Selektif dengan Aplikasi Pihak Ketiga
Saat Anda menggunakan aplikasi pihak ketiga (seperti penjadwal pos media sosial), Anda harus berhati-hati. Pasalnya aplikasi akan memerlukan akses ke akun Anda. Pastikan Anda menggunakan aplikasi yang sah untuk mendapatkan akses. 

Selain itu, Anda juga perlu memastikan untuk membaca detail dari apa sebenarnya apa saja yang diinginkan aplikasi tertentu untuk mendapatkan akses. Beberapa aplikasi hanya akan memerlukan izin minimum, seperti kemampuan membaca dan memposting konten, jadi selalu baca peringatan sebelum memberikan akses.

Jangan Bagikan Informasi Pribadi
Dengan maraknya peretasan dan pencurian data pribadi. Pengguna juga perlu untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan membagikan informasi pribadi terlalu detail di media sosial seperti nama lengkap, alamat, nomor identitas, alamat sekolah, dan banyak lagi. Sebaiknya Anda juga mengatur akun sebagai privasi untuk menghindari pencurian data.

Jangan Sembarangan Klik Tautan
Ketika Anda mendapatkan email yang berisi tautan, jangan langsung mengkliknya. Pastikan terlebih dahulu tautan tersebut aman atau buka pada peramban dengan meng-copy-nya. Pasalnya tautan biasanya berisi malware yang dapat mengambil data pribadi Anda. Selain itu tautan juga kerap kali menyodorkan formulir agar target mengisi data pribadinya.

Gunakan VPN Premium
Jaringan pribadi virtual (VPN) memberi Anda privasi dan anonimitas online dengan membuat jaringan pribadi dari koneksi internet publik. VPN menutupi alamat protokol internet (IP) Anda, sehingga tindakan online Anda hampir tidak bisa dilacak. Yang paling penting, layanan VPN membangun koneksi yang aman dan terenkripsi untuk memberikan privasi yang lebih besar daripada hotspot Wi-Fi. Gunakanlah VPN yang berbayar.

Hambatan terbesar bagi peretas adalah otentikasi multi-faktor dan enkripsi. Setidaknya bagi mereka yang ingin sedikit lebih aman saat menggunakan internet di ruang publik. Terutama jika Anda merasa perlu menghubungkan ke bandara umum, kafe, atau jaringan perpustakaan.

Gunakan Kata Sandi yang Kuat
Dalam memilih kata sandi sebaiknya memilih yang rumit dan susah diingat. Meskipun itu sedikit merepotkan, namun dapat memastikan akun Anda aman. Pasalnya password dengankata-kata atau urutan angka yang mudah diingat rentan terserang hacker. Seperti yang dialami pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, ia pernah diretas karena memilih kata sandi yang sederhana.

Selain itu tool seperti How Secure Is My Password akan membantu Anda menilai kekuatan kata sandi Anda. Sebagai contoh, ia mengatakan akan membutuhkan komputer 552 kuadriliun tahun untuk memecahkan kata sandi "Secure100Password3!". Kata sandi tersebut terdiri dari huruf besar kecil, angka, dan simbol.

Aktifkan Otentikasi Dua Faktor
Otentikasi dua faktor mengkonfirmasi identitas pengguna dengan memanfaatkan kombinasi dua komponen berbeda, biasanya kata sandi akun dan kode konfirmasi, yang dikirimkan kepada pengguna melalui pesan teks atau email. Sejujurnya, siapa pun yang tidak memanfaatkan fitur ini kemungkinan akan mendapatkan masalah.

SHARE