3 Narapidana Yang Berhasil Lolos Dari Alcatraz - Male Indonesia
3 Narapidana Yang Berhasil Lolos Dari Alcatraz
MALE ID | Story

Frank Morris, Clearence dan John Anglin adalah nama tiga narapidana yang berhasil lolos tersebut. Frank Morris dikenal dengan seorang pria yang memiliki otak jenius dengan IQ di atas rata-rata dan dikenal beberapa kali sempat meloloskan diri dari penjara Amerika Serikat. Sementara dua bersaudara Clearence dan John Anglin, merupakan mantan narapidana yang terpaksa dijebloskan ke Alcatraz karena beberapa kali berhasil meloloskan diri dari penjara sebelumnya.

Male IndonesiaPhoto by Mitchel Lensink on Unsplash

Alcatraz terletak di pelabuhan kecil San Francisco yang dibangun untuk tahanan militer, penjahat federal, dan juga benteng angkatan bersenjata Amerika Serikat. Pulau penjara itu dibangun pada kurun waktu tahun 1934.

Upaya kabur dari penjara Alcatraz sebenarnya hampir tidak mungkin. Bagaimana tidak, pulau tersebut merupakan bangunan bekas benteng. Otomatis pos-pos penjagaan hampir tersedia di setiap penjuru pulau dengan luas 8,9 hektar tersebut. Belum lagi Alcatraz juga dikelilingi oleh lautan. Butuh waktu 9 jam untuk berenang sampai ke pulau Los Angles atau penghujung pantai San Francisco yang pastinya selalu diawasi oleh militer.

Namun Frank Morris dan rekan-rekannya berhasil melakukan hal mustahil tersebut pada tanggal 12 Juni 1962. Bermodal peralatan bor sederhana yang dibuat dari balik jeruji besi, Frank Morris membobol lubang ventilasi udara.

Usahanya memang tidak dilakukan dengan sistem kebut semalam. Perencanaan yang matang serta profesional menjadi kunci keberhasilan para napi tersebut. Setelah berhasil lolos menuju ventilasi, guna menghindari penjagaan yang ketat, Frank Morris beserta duo bersaudara Anglin juga membentuk semacam mannequin untuk mengelabui petugas.

Mereka bertiga kabur saat malam hari. Petugas yang menganggap bahwa manequin yang dibuat sebelumnya adalah Frank Morris yang sedang tertidur tidak menganggap keberadaan mereka. Hampir 9 jam, tidak ada petugas yang menyadari keberadaan mereka bertiga. Sebenarnya ini adalah waktu yang teramat cukup bagi Frank dan kawan-kawannya untuk tiba di Los Angles.

Ketika pagi menjelang, sipir yang bertugas pun langsung memeriksa keberadaan Frank Morris. Terlambat, Frank, John, dan Clearence sudah tidak berada di jeruji. Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan. Baik di kota San Francisco maupun Los Angles.

Tim pencari pun menemukan bekas pelampung yang dibuat dari potongan-potongan jas hujan. Mereka curiga para napi ini mengapung di lautan kemudian tenggelam karena lelah atau diterjang ombak hebat.

Tapi satu hal yang pasti, tidak ada satu pun kesimpulan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai kaburnya para narapidana tersebut. Mereka tidak bisa menemukan jasad kalau benar tenggelam, dan tidak bisa menemukan mereka secara harafiah ketika hidup kalau mereka berhasil lolos dari pulau Alcatraz.

Selang 17 tahun kemudian, FBI pun menyimpulkan mereka mereka bertiga dinyatakan tewas karena tidak berhasil sampai ke daratan setelah lebih dari 1 mil terus berenang dalam laut yang dingin. Publik Amerika Serikat jelas tidak puas dengan kesimpulan ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, cerita ini perlahan tenggelam.

Sampai pada investigasi yang dilakukan oleh media History, menemukan fakta mencengangkan. Muncul sebuah foto yang tampaknya diambil 13 tahun setelah duo bersaudara Anglin menghilang. Anehnya foto yang diambil berada di Brazil.

Dalam liputan investigasi yang sama, pihak keluarga dari Anglin bersaudara pun mengaku ada hal aneh yang menimpa keluarga mereka selama ini. Sang nenek terus dikirimi bunga mawar setiap ulang tahunnya selama beberapa tahun oleh orang misterius.

Male IndonesiaPhoto by Denny Müller on Unsplash

Kejutan seakan tidak pernah berhenti. Pada tahun 2013 silam, Kepolisian San Francisco mendapatkan surat misterius. Sang penulis tidak membubuhkan informasi lengkap, selain mengatakan dia adalah John Anglin yang mengaku kabur dari penjara Alcatraz pada tahun 1962 dan sedang menderita kanker. Lebih lanjut, penulis surat tersebut mengirimkan tawaran kepada pihak kepolisian untuk mempublikasikan dirinya dan bersedia mendekam di penjara selama kurun waktu 1 tahun dengan imbalan perawatan kanker yang sedang dialaminya.

FBI yang sedari dulu menangani kasus itu pun sempat kaget, namun enggan menindak lanjuti isi pesannya. Menurut fakta yang mereka beberkan, DNA dan tulisan tangan yang dibuat oleh sang pengirim surat, berbeda dengan milik John Anglin yang pernah ditangkap.

Sampai sekarang, tidak ada bukti yang pasti apakah ketiga narapidana dari Alcatraz ini berhasil dengan selamat meloloskan diri atau hilang di telan ombak. Namun rasanya untuk berhasil keluar dari sel, di penjara Alcatraz saja sudah cukup untuk membuktikan kepintaran mereka untuk lolos dari penjara.

Saat ini Alcatraz sendiri sudah tidak berfungsi sebagai penjara. Fungsinya dialihkan menjadi tempat bersejarah yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Ohiya, sel bekas Frank Morris juga masih ada, begitu pun dengan bekas tembok ventilator yang dia bobol.

SHARE