Persembahan The Rolling Stones di Tengah Covid-19 - Male Indonesia
Persembahan The Rolling Stones di Tengah Covid-19
MALE ID | News

Belum lama ini, The Rolling Stones merilis lagu dan video musik terbarunya bertajuk "Living In A Ghost Town". Lagu tersebut menjadi pelepas rindu bagi penggemar yang telah menantikan tur yang harus dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Photo: Tm/Wikipedia

Dilansir Deadline, pada  minggu keempat April 2020, sang vokalis Mick Jagger mengatakan lagu ini menyuarakan kondisi yang sedang dialami masyarakat dunia. Video musiknya yang ditayangkan perdana di Youtube, menunjukkan kilasan band yang tengah merekam lagu, fast motion, rekaman jalanan kosong di kota-kota, yang menurut band merupakan pemandangan yang sudah familier bagi banyak orang pada masa ini.

Ditulis oleh Jagger dan gitaris Keith Richards, lagu itu sebenarnya direkam lebih dari setahun yang lalu di Los Angeles, AS dan London, Inggris. Namun, banyak lirik yang mengacu dengan kata-kata "lockdown", seperti lirik yang berbunyi, "Life was so beautiful/then we all got locked down".

"Stones berada di studio merekam beberapa materi baru sebelum lockdown dan ada satu lagu yang kami pikir akan mencerminkan masa-masa dimana kita hidup sekarang," kata Jagger.

Sementara itu, drummer Charlie Watts mengungkapkan, ia senang mengerjakan lagu itu, karena dapat menangkap suasana hati para pendengarnya. The Rolling Stones yang terdiri atas Mick Jagger, Keith Richards, Ronnie Wood, dan Charlie Watts belum lama ini juga tampil secara virtual untuk pertama kalinya setelah eksis selama 58 tahun di dunia musik dunia, melalui konser amal Global Citizen bertajuk "Together at Home" yang disiarkan Sabtu (18/4/2020).

Dalam konser itu, mereka membawakan tembang klasik mereka, “You Can't Always Get What You Want” yang dirilis pada 1969. "Living In A Ghost Town" merupakan lagu pertama The Rolling Stone dalam delapan tahun terakhir.

Klaim Lebih Baik dari The Beatles
Di sisi lain, Sir Mick Jagger berpendapat bahwa Rolling Stones lebih baik daripada The Beatles. Hal itu diungkap ketika vokalis bersuara khas ini menanggapi komentar Sir Paul McCartney yang mengatakan bandnya lebih baik daripada Stones.

Sebelumnya, penyanyi 'Live and Let Die' ini mengakui bahwa dia penggemar berat Rolling Stones, tetapi McCartney berpikir kelompok musiknya lebih baik. “The Stones adalah grup yang fantastis, saya pergi dan melihat mereka setiap kali mereka keluar karena mereka adalah band yang hebat dan Mick dapat benar-benar melakukannya, bernyanyi dan bergerak dan segalanya, Keith, Ronnie, dan Charlie, mereka hebat, aku mencintai mereka,” kata McCartney.

“Musik mereka berakar pada blues, ketika mereka menulis hal-hal itu ada hubungannya dengan blues, sedangkan kami memiliki sedikit pengaruh. Keith pernah berkata, 'Kamu pria yang beruntung, kamu punya empat penyanyi di bandmu, kita punya satu'. Saya suka Stones tapi saya bersamamu, The Beatles lebih baik,” sambung dia.

Dan Mick menanggapi. Rocker berusia 76 tahun ini bersikeras bahwa grupnya adalah band konser dan masih 'beruntung' melakukan pertunjukan hingga saat. Tidak seperti The Beatles, yang telah bubar.

“Jelas tidak ada persaingan. Dia (Paul) adalah kekasih. Saya seorang politisi. Perbedaan besar, bagaimanapun, adalah bahwa The Rolling Stones adalah band konser besar di dekade lain dan daerah lain ketika The Beatles, bahkan tidak pernah melakukan tur arena. Mereka bubar sebelum bisnis tur dimulai nyata. The Beatles melakukan pertunjukan stadion (Shea) pada 1965,” kata Mick berbicara kepada Zane Lowe untuk acara Apple Music-nya.

“Tapi Stones melanjutkan. Kami memulai pertunjukan stadion di tahun 1970-an dan masih melakukannya sekarang. Itulah perbedaan besar antara kedua band ini. Satu band luar biasa untungnya masih bermain di stadion dan kemudian band lainnya tidak ada,” tambahnya.
 

SHARE