Unik & Aneh, Evolusi Masker dari Masa ke Masa - Male Indonesia
Unik & Aneh, Evolusi Masker dari Masa ke Masa
MALE ID | Story

Permintaan akan masker pada masa Pandemi Covid-19 saat ini cukup tinggi. Jika ada pun harganya bisa berkali-kali lipat dari harga normal. Beruntung, banyak orang yang menyumbangkan atau pun membuat masker versinya sendiri.

Male IndonesiaPhoto by Anastasiia Chepinska on Unsplash

Percaya atau tidak, asal muasal masker pun sebenarnya akibat wabah penyakit yang bisa menyerang pernapasan. Itulah mengapa masker berfungsi dan wajib digunakan di bagian hidung atau mulut. Karena beberapa pandemi serta virus di masa lalu, kebanyakan menyerang indra pernapasan.

Di dunia sendiri, terdapat berbagai macam jenis masker. Namun yang umum digunakan adalah masker dengan fungsi untuk pembedahan, dan masker N95 yang memang berfungsi menghalau virus masuk ke bagian pernapasan.

Penasaran bagaimana manusia menciptakan masker hingga masker hingga akhirnya berbentuk seperti sekarang? Berikut kisah pendeknya:

Kain Untuk Penutup Hidung Pada Masa Renaissance

Jauh pada era Renaissance, peradaban manusia sudah dihadapkan dengan berbagai macam wabah penyakit. Bahkan dipercaya sebelum era itu pun, manusia sudah diserang berbagai macam jenis virus mematikan. Pada era Renaissance sendiri dapat diketahui masyarakat pada masa itu cenderung memakai kain untuk menutup hidung serta mulut mereka. Hal tersebut diketahui dari sebuah lukisan karya Michel Serre menggambarkan kondisi kota Marseille, Prancis, yang menjadi pusat wabah pes bubo pada tahun 1720.

Sebelum riset tentang kesehatan berkembang pesat seperti sekarang, para masyarakat dunia percaya dengan teori miasma. Yakni teori yang menjelaskan tentang udara kotor serta bau busuklah yang menyebabkan beragam penyakit mematikan. Namun faktanya, jelas tidak selalu seperti itu. Masyarakat yang ingin melindugi dirinya, kebanyakan hanya memakai kain saja untuk merasa terbebas dari udara kotor yang ada.

Penutup Kepala Dokter Eropa Pada Wabah Black Death

Penampilannya unik bahkan menyeramkan. Kebanyakan malah yakin dengan opininya bahwa mereka adalah malaikat pencabut nyawa. Tetapi fakta yang ada adalah mereka seorang dokter khusus pada masa wabah Black Death melanda dunia. Sekitar abad ke-19

Dengan masker yang menyerupai paruh burung dianggap melindungi para dokter dari serangan penyakit. Bahkan dipercaya di bagian dalam dari paruh burung tersebut diisi dengan wewangian seperti dupa atau aneka bunga-bunga. Sekali lagi, kepercayaan itu berasal dari teori miasma yang sangat mereka percaya.

 
 

Paul Berger Dan Masker Bedah

Seiring dengan meningkatnya bidang mikrobiologi, teori miasma dianggap tak lagi relevan. Menurut sejarah, seorang dokter bedah di Paris bernama Paul Berger mulai memakai prototipe masker bedah pertama pada tahun 1897.

Bisa dikatakan, masker yang digunakan oleh Paul Berger lebih sederhana dibanding sekarang. Beliau hanya menyematkan sapu tangan dengan pengait lalu memakainya. Fungsinya pun hanya untuk tujuan sederhana yakni agar virus atau droplets dari dokter tidak menyebar ke badan pasien saat operasi sedang dilakukan.

Wabah di Manchuria

Pada tahun 1911 di Manchuria terdapat wabah mematikan. Penyakit tersebut bernama Pes Bubo. Karena banyaknya korban yang terjatuh, para peniliti dari seluruh dunia pun berdatangan ke Manchuria. Kekaisaran Cina pun sempat menurunkan seorang dokter muda bernama Wu Lien-teh kelahiran Penang yang pernah kuliah di Universitas Cambridge.

Hasil penyelidikan Wu Lien-teh sempat bertentangan dengan persepsi umum pada waktu itu. Dia percaya kalau virusnya tersebar melalui udara, bukan melalui kutu. Alhasil dia pun menciptakan prototype masker pertama dengan bahan-bahan mendasar yakni kain kasa dan kapas. Berkat penemuan dan jasanya tersebut, Wu Lien-teh sempat dianugerahi hadiah Nobel dalam bidang kesehatan.

Purwarupa Masker N95

Tak berselang lama setelah wabah Manchuria reda, dunia dikagetkan kembali dengan kemunculan Flu Spanyol pada tahun 1918. Berbagai ilmuwan yang telah mengetahui manfaat dari masker ciptaan Wu pun segera memproduksi massal benda tersebut dengan berbagai modifikasi yang lebih baik dan mudah digunakan oleh orang banyak.

Salah satu modifikasi dari masker ciptaan Wu adalah topeng gas yang digunakan oleh banyak prajurit selama masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Topeng gas ini pun menjadi cikal bakal terbentuknya masker N95. Perusahaan masker bahkan sempat membuat masker khusus bagi industri tambang agar pernafasan para pekerjanya tidak buruk.

Namun sayang, karena bahannya yang cukup berat dan terbuat dari Fiberglass, para pekerja mengaku kurang nyaman memakai benda tersebut. Akhirnya pada tahun 1972, 3M berhasil merampungkan masker N95 yang lebih fleksibel dan kurang lebih sama seperti yang kita gunakan sekarang. Terbuat dari bahan polimer yang dilelehkan untuk serat penyaring agar muatan elektrostatik dapat membuat partikel melekat pada serat.

Masker N95 memang efektif menyaring partikel, namun penggunanya kian sulit bernapas. Lama kelamaan, lubang-lubang di lapisan serat akan tersumbat oleh partikel. Karenanya, para ahli menyimpulkan N95 tak bisa dipakai lebih dari delapan jam.

Itulah tadi sejarah singkat terbentuknya masker-masker yang saat ini digunakan dan menjadi barang mahal yang langka. Karena fungsi dan kegunaanya yang begitu penting sekarang.

 

SHARE