Shibari, Sensasi Bercinta Diikat Tali dari Jepang - Male Indonesia
Shibari, Sensasi Bercinta Diikat Tali dari Jepang
MALE ID | Sex & Health

Shibari adalah seni bercinta dari Jepang, dimana salah satu pasangan diikat dengan tali. Dahulu pada mulanya, cara ini digunakan dalam seni bela diri hojojutsu, dimana seorang samurai berlatih menangkap atau mengekang musuhnya dengan tali dalam waktu sesingkat mungkin.

Male IndonesiaPhoto by Bianca Berg on Unsplash

Midori, seorang seksolog, pendidik, dan penulis Seductive Art of Japanese Bondage, menjelaskan, dalam Perang Dunia II, beberapa tentara Amerika melihat gaya bercinta shibari di Jepang, kemudian secara diam-diam membawanya ke Amerika Serikat. “Perkembangannya hingga hari ini, menjadi salah satu bentuk kesenangan (bercinta) abad ke-21," katanya.

Kitty Killin, seorang seniman dan instruktur shibari, mengatakan shibari jika diterjemahkan secara harfiah adalah “untuk mengikat". “Ini mengacu pada simpul dan pola yang rumit dan indah yang digunakan untuk menahan dan memberikan sensasi pada tubuh”, katanya dirangkum dari menshealth.

Daya tarik shibari
Ada berbagai alasan mengapa seseorang dapat menikmati Shibari. “Ini mungkin ada hubungannya dengan perasaan melepaskan kendali, ingin dirangsang, atau perasaan menyerah saat berhubungan seks,” kata Midori.


Beberapa orang menyukai sensasi dengan sentuhan tali lembut (atau kasar) di kulit mereka. Menurut Midori, hal itu bisa terasa seperti pelukan yang nyaman dan kencang. Ini juga bisa menjadi daya tarik untuk dominasi dan fantasi bercinta. “Bagi sejumlah orang, ini dapat meningkatkan sensasi seksual dan orgasme karena perubahan posisi tubuh dan kontraksi otot,” ujarnya.

Sesuatu yang menarik dari shibari, menurut Kitty, adalah keintiman yang diciptakan bersama pasangan. “Sebagai rigger (orang yang membuat ikatan) dapat menciptakan berbagai macam pengalaman, tergantung apa yang mereka inginkan dari pasangan yang diikat. Seringkali perasaan yang diinginkan (orang yang diikat) hanya untuk dikendalikan, tetapi kadang-kadang itu terasa indah, merasa malu, merasa seksi, merasa sakit, dan sebagainya. Seorang rigger dapat menciptakan perasaan itu untuk pasangannya hanya dengan tali,” kata Kitty.

Kitty berpendapat, shibari adalah cara untuk mempelajari tentang tubuh pasangan Anda, untuk membangun kepercayaan antara Anda dan pasangan, dan untuk menemukan keintiman baru dan menarik.

Meski demikian, shibari bukan berarti secara otomatis memperkuat hubungan Anda dengan pasangan Anda. “Tetapi komunikasi yang diperlukan untuk merencanakan sebelumnya, menikmatinya saat bercinta, dan menikmatinya setelah bercinta itulah dapat memperkuat hubungan,” kata Midori.

Midori menjelaskan, beberapa orang berpikir bahwa dalam shibari biasanya pria yang akan mengikat wanita. “Namun kenyataannya adalah bahwa orang-orang dari semua jenis kelamin menikmati diikat dan mengikat pasangan mereka,” katanya.

Beberapa orang ada yang beranggapan bahwa shibari adalah salah satu bentuk kelainan seksual. Sebab salah satu pihak mendapatkan kenikmatan bercinta, sementara pasangan yang diikat akan mendapatkan rasa sakit. Padahal zaman sekarang tidak demikian. Pasangan yang ingin menikmati sensasi shibari biasanya sudah saling menyepakati untuk saling memuaskan, tidak menyakiti dan melakukannya dalam batas-batas perlakuan yang aman.

SHARE