Kesalahan Saat Memakai Tisu Antibakteri - Male Indonesia
Kesalahan Saat Memakai Tisu Antibakteri
MALE ID | Sex & Health

Saat ini banyak orang menggunakan tisu basah antibakteri untuk menjaga kebersihan tangan, selain cairan disinfektan, di tengah pandemi virus corona (Covid 19). Bahkan ada pula di antara mereka yang memakai tisu antibakteri untuk menggosok beberapa peralatan rumah tangga.

Male indonesia
Photo: pexels.com

Tentu saja penting untuk menjaga kebersihan. Tetapi jika Anda melakukan kesalahan seperti di bawah ini dengan tisu antibakteri, Anda bisa merusak proses dan tujuan dari pembersihan itu sendiri.

Tidak membaca label
Kita tahu, membaca aturan di label suatu produk adalah membosankan. Sehingga tak jarang kita malas membacanya. Meski demikian, label pada tisu antibakteri setidaknya bisa membantu Anda menggunakannya. Label tersebut mengungkapkan berapa lama tisu harus tetap basah di permukaannya untuk membasmi bakteri.

Karen Daw, seorang pelatih dan pembicara Infection Control, mengatakan bahwa dalam banyak kasus, permukaan tisu antibakteri harus tetap basah setidaknya selama tiga hingga empat menit untuk membunuh kuman di permukaan.

Label pada tisu juga mengungkapkan jenis mikroba apa saja yang bisa disingkirkan. Jadi jangan berasumsi bahwa setiap jenis tisu antibakteri bisa membunuh segalanya. "Jangan menganggap tisu antibakteri juga efektif melawan virus," kata Daw, dilansir dari readersdigest canada.

Menggunakan lebih dari satu hal
Mungkin agar tak boros, Anda menggunakan satu atau dua lembar tisu antibakteri untuk beberapa hal yang berbeda. Misalnya untuk membersihkan seluruh permukaan di dapur Anda. Semestinya jangan lakukan ini. “Satu lap (tisu) harus digunakan per area. Anda tidak bisa menggunakan lap yang sama untuk membersihkan gagang toilet dan kemudian menggunakannya di gagang pintu depan,” kata Kathy Turley, direktur pemasaran di Home Clean Heroes.

Menggunakan tisu yang sama untuk beberapa permukaan dapat menyebarkan kuman dan kotoran dari satu ruang ke ruang lainnya. Apalagi dengan satu atau dua tisu, kemungkinan tidak memiliki kekuatan yang efektif untuk membersihkan beberapa permukaan yang berbeda.

Mengelap layar ponsel
Membersihkan perangkat seperti ponsel tentu saja penting. Namun menggunakan tisu antibakteri sebenarnya bisa merusak. “Walaupun tisu umumnya aman, sebaiknya tisu tersebut digunakan pada bagian belakang atau yang non-kaca pada ponsel Anda. Jangan untuk layar ponsel. Bahan kimia di tisu basah dapat memecah lapisan pada layar sehingga mengurangi sensitivitas sentuh layar smartphone,” kata Kathy Turley.

Menggunakannya di kayu
Segala jenis permukaan dari kayu seperti perabotan dan furnitur rumah tangga tidak boleh dibersihkan dengan tisu antibakteri. Bukannya mengilapkan, justu dapat merusak permukaan perabot kayu. “Karena kayu berpori dapat menyerap cairan kimia dari tisu, sehingga bisa merusaknya. Tisu ini dapat meninggalkan noda dan biasanya tidak dirancang untuk digunakan pada kayu," jelas pelatih kesehatan berlisensi, Jamie Bacharach.

Mainan anak dan mangkuk hewan peliharaan
Produk pembersih tidak dimaksudkan untuk dicerna di dalam tubuh. Jadi jangan gunakan tisu antibakteri untuk mengelap mainan anak-anak (terutama mainan bayi. Kita tahu bayi suka memasukkan apapun ke dalam mulut mereka).

Juga jangan untuk mengelap mangkuk makanan hewan peliharaan.  "Tisu antibakteri membawa bahan kimia yang tertinggal di permukaan yang bersentuhan dengannya. Jadi harus dibersihkan dengan larutan non-kimia berbasis air untuk memastikan keamanan,” kata Bacharach.

SHARE