Kiprah glenn Fredly di Dunia Musik Indonesia - Male Indonesia
Kiprah glenn Fredly di Dunia Musik Indonesia
MALE ID | News

Pelantun sekaligus pencipta lagu romantis Glenn Friedly, merupakan salah satu musisi Indonesia yang aktif mendorong pertumbuhan ekosistem musik Indonesia. Untuk itu dia pun menjadi penggagas sekaligus ketua komite Konferensi Musik Indonesia pada 2018 lalu di Ambon.

Kini, Glen Friedly telah berpulang pada pada Rabu, 8 April 2020 pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan. Glenn dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit meningitis yang dideritanya.

Mozes Latuihamalo, perwakilan keluarga Glenn Fredly, dalam keterangan resminya mengatakan, Glenn sempat mengeluhkan penyakit ini beberapa waktu lalu. Namun, sang penyanyi masih sanggup beraktivitas seperti biasa.

"Satu bulan terakhir, Glenn mulai merasa tidak nyaman atas penyakit yang dideritanya sehingga memutuskan untuk menjalani rawat-inap," kata Mozes, Rabu (8/4/2020). Ia mengungkapkan, kondisi Glenn menurun dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, Glenn masih bisa berinteraksi hingga akhirnya pergi untuk selamanya.

Pejuang Musik dan Lingkungan
Glenn Fredly adalah musisi yang juga seorang pejuang musik dan vokal untuk isu-isu lingkungan serta pelestarian seni budaya. Pada 2012, Glenn Fredly pernah membuat rekaman DVD di studio Lokananta, label rekaman pertama di Tanah Air yang bersejarah. Dia menggaungkan kampanye “Save Lokananta” agar studio tersebut tak terlupakan.

Dia banyak berkolaborasi dengan musisi Indonesia untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Dia menciptakan lagu “Kita Untuk Mereka” yang didedikasikan untuk korban bencana tsunami Aceh.

Pada perayaan 17 tahun berkarir di dunia musik, Glenn membuat konser “Cinta Beta” yang dijadikan aksi nyata untuk melestarikan seni serta budaya Indonesia bagian timur. Glenn pun menyuarakan perdamaian di Tanah Papua dalam konser “Musik Untuk Republik” tahun lalu.

Glenn rutin membuat konser Tanda Mata sebagai tanda apresiasi untuk musisi Indonesia. Tiap tahun dia fokus pada musisi legendaris yang berbeda. Dimulai dari Ruth Sahanaya pada 2016, dilanjutkan dengan Slank, Yovie Widianto, dan Koes Plus Bersaudara.

Konser musik bukan cuma tempatnya berkarya, tapi juga berbagi dengan sesama. Sebagian hasil penjualan tiket konser Tanda Mata untuk Yovie Widianto disumbangkan untuk korban gempa dan tsunami Palu, sementara hasil konser Tanda Mata untuk Koes Plus Bersaudara didonasikan untuk korban gempa di Maluku dan asap di Riau.

Glenn juga ikut mengorbitkan bakat-bakat baru di dunia musik. Glenn menjadi pembimbing bagi grup vokal Pasto dalam sebuah acara pencarian bakat di salah satu tv swasta. Pasto memenangi kontes tersebut. Yura Yunita salah satunya. Glenn pun turut memproduseri album perdana Yura pada 2014, juga berduet dalam lagu “Cinta dan Rahasia” yang tenar.

Mimpi Glenn Friendly
Glenn selalu aktif terlibat kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekosistem musik. Pada 2018, dia berkolaborasi dengan sejumlah musisi menggelar Konferensi Musik Indonesia perdana di Ambon, kota yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai kota musik dunia.

Bagi Glenn, ekosistem musik yang mumpuni amat krusial untuk mendukung perjalanan musisi. "Konferensi Musik Indonesia ini adalah inisiatif kolektif yang datang dari ekosistem musik dalam upaya bersama membangun ekosistem musik yang terkelola berkelanjutan, mencerdaskan dan mensejahterakan serta keberadaan dari sebuah profesi," tutur Glenn sebegai pengagas sekaligus ketua Konferensi Musik Indonesia, pada 2018 lalu.

Selain itu, Glenn juga masih menyimpan berbagai rencana besar untuk membangun itu semua, termasuk pada 2020, yang menandai 25 tahun karier bermusik Glenn. Dia bermimpi dan merencanakan menggelar rangkaian konser di tiga titik Indonesia Timur sekaligus pada 2020. 

Glenn sangat mendambakan bisa bermain musik di Sumba, Jayapura, dan Ambon. Sayang, realisasi dari mimpi besar itu urung terlaksana, lantaran Glenn telah meninggal dunia.

Perjalanan Karier
Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis “Funk Section” pada 1995. Kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk GLENN dengan bermodalkan 8 buah lagu. Terdapat 3 buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu “Kau” dan “Cukup Sudah” serta “MOBIL MAMA” yang menjadi hits di Malaysia.

Kemudian, selama berkarier di dunia musik, Glenn pun berhasil menelurkan sejumlah lagu romatis populer. Sebut saja beberapa lagu semisal "Sedih Tak Berujung", "Terserah", "Kisah Romantis", hingga "My Everything".

Tak hanya menyumbang lagu, secara personal Glenn juga menyabet beberapa gelar prestisius. Dia meraih penghargaan album Indonesia terbaik di Anugerah Industri Musik Malaysia pada 2000 lalu. Ditahun yang sama dia juga mendapatkan anugrah lagu terbaik pilihan pendengar di Planet Musik Award Singapura. 

Satu tahun berselang dirinya mendapatan penghargaan AMI Award untuk karya produksi urban terbaik. Di tahun yang sama dia juga mendapatkan AMI Award untuk Artis Solo Pria R&B Terbaik. Dan pada 2004 dia juga mendapatkan AMI Award untuk Lagu Pop terbaik. pada 2006-nya, Glenn menyabet gelar AMI Award untuk Karya Produksi Jazz Terbaik.

Satu tahun sebelum kepergiannya, Glenn juga mendapatkan beberapa penghargaan terkait dunia musik. Pada 2019, misalnya, pria kelahiran Jakarta itu mendapatkan penghargaan AMI Award untuk karya produksi terbaik dan kolaborasi terbaik untuk lagu Adu Rayu.

Selain bernyanyi solo, Glenn juga mendirikan grup musik Trio Lestari pada 2013 lalu. Grup musik itu beranggotakan musisi jazz yakni Tompi dan Sandhy Sondoro.

SHARE