Open Pit, Destinasi Epic Bekas Tambang di Babel - Male Indonesia
Open Pit, Destinasi Epic Bekas Tambang di Babel
MALE ID | Relax

Sudah tidak diragukan lagi kalau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyimpan pesona bahari yang luar biasa. Gaungnya terdengar seantero Indonesia bahkan dunia. Meski sempat popular sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia,  Provinsi Kepulauan Babel merubah image mereka menjadi salah satu provinsi yang memiliki destinasi terbaik di Nusantara.

Photo oleh rotzkokowski dari Pixabay

Selain dikaruniai pemandangan alam yang indah, Kepulauan Babel juga menyimpan hasil bumi yang kaya. Di sini, selain pertanian, pertambangan timah juga merupakan sektor primer dalam struktur perekonomian masyarakat.

Kepulauan yang terletak antara Pulau Sumatera dan Kalimantan ini juga dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya tempat ibadah di sepanjang jalan. Makanya wisatawan nusantara maupun mancanegara tidak segan untuk mengunjungi Bangka Belitung dan tetap merasa aman.

Selama ini Babel memanfaatkan sisa tambang yang disulap menjadi sebuah destinasi epic. Namanya Open Pit. Memang tidak setenar Danau Kaolin, tetapi Open Pit memberikan kesan yang berbeda saat  berkunjung ke sana.

Destinasi yang berada di Belitung Timur ini dulunya penambangan timah terbuka terbesar di Asia Tenggara. Sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Terletak di Desa Senyubuk Kelapa Kampit, sekitar 60 kilometer dari Tanjung Pandan, atau sekitar 30 kilometer dari Kota Manggar, ibukota Belitung Timur.

Open Pit adalah sebuah wilayah yang dulunya digunakan oleh perusahaan tambang asal Australia BHP Billiton (Billiton adalah nama internasional Belitung) (1971-1985) dan kemudian dialihkan ke perusahaan Jerman bernama Preussag GmbH of Hannover, tempat ini oleh mereka digunakan sebagai pusat operasi penambangan timah sampai akhir tahun 1989.

Photo: doc. Hendra Pramita

Open Pit menjadi unik karena kawasan yang dulunya merupakan area tambang timah ini merupakan tambang dalam, bukan tambang semprot seperti kebanyakan tambang timah di Bangka Belitung. Di area Open Pit ini terdapat sebuah danau besar yang letaknya dalam cekungan raksasa, serta gua bekas penambangan.

Menariknya, sebelum menemukan keindahan Open Pit, Anda harus tracking selama 30 menit untuk menikmati keindahan tempat ini. Selama tracking Anda tidak akan merasa kelelahan. Karena semilir angin dari atas bukit bakal menjadi peredam lelah

Setelah tracking Anda akan disambut sebuah danau besar berwarna hijau toska dan dikelilingi batuan cadas yang memiliki tekstur indah. Pemandangan di sini menjadi favorit para fotografer landscape.

Keunikan kawasan Open Pit ini tak berhenti sampai disitu, kita juga dapat menikmati keindahan gua bawah tanah bekas penambangan timah sedalam 676 meter. Untuk mencapai gua ini Anda harus melewati jalur melingkar yang cukup terjal dan berbatu.

Seperti daerah di Indonesia pada umumnya, Open Pit juga tak luput dari mitos. Danau ini memiliki mitos daerah yang bisa dipercaya atau tidak, yang pasti bisa Anda lakukan hanya untuk seru-seruan saat di sini. Mitos di danau ini adalah di mana saat Anda berhasil melempar batu sampai masuk danau, apa yang Anda inginkan dapat terkabulkan.

Kekurangan dari Open Pit adalah belum memiliki fasilitas yang seperti destinasi lainnya. Apabila cuaca tidak bersahabat lebih baik urungkan niat Anda untuk ke sini.

SHARE