Kumis, Sebuah Identitas Kejantanan Seorang Pria - Male Indonesia
Kumis, Sebuah Identitas Kejantanan Seorang Pria
MALE ID | Looks

Kumis bukanlah sebuah mode, tetapi sebuah identitas bagi pria. Akan tetapi tidak banyak yang tahu esensi ini, karena sudah lama sekali banyak pria selalu mencukur habis kumis mereka sejak tahun 80-an. 

Photo by Ashkan Forouzani on Unsplash

Kumis memang tampilan yang konvensional, sehingga ada bagi beberapa kalangan memahaminya sebagai ornamen misterius, aksesori pria yang sering tidak disukai mata umum. Yang mempercayai ini adalah mereka yang selalu mencukur habis kmunis mereka.

Akan tetapi berbeda dengan sebagian pria yang memang mencintai rambut di atas bibir mereka. Dalam laman Art of Man Liness, kumis secara alami menggambarkan kedewasaaan seorang pria, dan itu tidak ada hubungannya dengan mode. Dan bagi pria yang berusaha menghidupkan kumis, kumis adalah sebuah identitas maskulinitas dan seni kejantanan.

Meski sempat hilang dari tahun 80-an tentang menumbuhkan kumis, kini masyarakat pada umumnya mempertahankan ikatan mereka pada kumis, seperti yang terlihat dalam masyarakat Mesir saat ini, di mana kehormatan seorang pria diukur dengan ukuran kumisnya. 

Sejujurnya, seorang tetua klan Mesir dilucuti dari kehormatannya dalam beberapa tahun terakhir ketika perkelahian yang malang menyebabkan penculikannya dan penghinaan berikutnya karena melihat kumisnya dicukur, dikemas, dan dikirim pulang.

Sayangnya, baru-baru ini kumis telah menjadi merek dagang penjahat, mucikari, dan scalawag di mana-mana. Seseorang dapat dengan mudah menemukan dirinya sendiri bingung bagaimana ekspresi manusia yang begitu bonafid dapat tiba-tiba mendapati dirinya diremehkan. 

Tampilan kumis menunjukan adanya atribut yang paling efektif mendorong kelangsungan hidup seorang pria, yakni soal kejantanan. Orang dapat dengan tepat membandingkan kumis dengan bulu-bulu burung merak jantan. Burung-burung merak yang dapat memamerkan bulu yang paling mengesankan kemungkinan besar menghasilkan keturunan yang kuat.

Demikian pula, para pria dengan kumis paling penuh dan paling bersih kemungkinan besar akan berbagi kehidupan mereka bersama wanita dengan kaliber tertinggi. Hal tersebut tentu tidak tanpa alasan, karakter yang menonjol pada pria memegang kehormatan sebagai intinya. Dan banyak masyarakat bergantung kehormatan pria mereka pada kumis di wajah mereka.

Dalam masyarakat Suriah saat ini, pria membangun kepercayaan dengan bersumpah dengan kumis mereka dan bahkan menawarkan kumis sebagai tebusan jika integritas mereka terganggu. Dan pepatah Arab kuno yang pernah menyatakan "setiap kumis memiliki guntingnya," sebuah indikasi bahwa di balik setiap kumis adalah seorang pria terhormat yang layak mendapatkan penghargaan tertinggi.

SHARE