Tidak Semua Orang Suka Dipuji, Ini Penyebabnya - Male Indonesia
Tidak Semua Orang Suka Dipuji, Ini Penyebabnya
MALE ID | Works

Ketika Anda mengenakan pakaian paling keren, rambut stylish, penampilan rapi dan bersih, lalu seorang teman bilang bahwa betapa hebatnya penampilan Anda. Bukannya bangga mendapat sanjungan, Anda justru sebaliknya, tak suka dipuji. Kemudian Anda bersikap dingin dan acuh kepada teman yang memuji. Mengapa ada orang tak bisa menerima pujian?

Male IndonesiaPhoto by Annie Spratt on Unsplash

“Orang-orang kesulitan menerima pujian karena sejumlah alasan. Terkadang, itu terkait dengan kecemasan sosial. Ini juga dapat disebabkan oleh perasaan rendah diri, atau menjalani hidup tanpa mengalami perasaan syukur yang positif,” jelas Lisa Schuman, seorang pemerhati sosial di New York.

Konflik yang belum terselesaikan, menurut dia, sebagai sumber potensial. "Jika Anda merasa marah atau dendam terhadap seseorang lalu mereka memberi pujian pada Anda, maka Anda mungkin merasa sulit untuk percaya," ujarnya, dikutip dari readersdigest canada.

Gangguan kecemasan sosial merupakan kondisi aktual. Jika Anda merasa pujian menyebabkan kecanggungan, itu pertanda Anda sedang tidak yakin pada diri sendiri atau merasa tak nyaman terhadap sesuatu. Sehingga timbul kecemasan sosial di dalam diri. Itu makanya, terkadang ada orang yang segera meninggalkan suatu tempat karena saat itu dirinya dihujani pujian dari banyak orang.   

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa intelektualitas seseorang dan tingkat harga diri adalah dua komponen utama dalam interaksi sosial. Anda sudah pasti terbawa perasaan pribadi ketika ada percakapan yang memuji diri Anda. Sementara Anda tahu sebenarnya intelektualitas dan harga diri Anda tidak sehebat pujian itu. Maka menurut data, Anda kurang bisa menerima umpan balik positif. Sehingga Anda berpikir sanjungan itu tidak pantas Anda terima. Meski pujian itu tulus, bermaksud baik, dan jujur, namun bagi Anda seperti kebohongan.


"Tubuh dan otak kita mencari apa yang negatif di lingkungan kita, untuk melindungi diri kita sendiri. Seperti nenek moyang kita dahulu mengawasi taring harimau-harimau yang bisa keluar kapan saja untuk memakan kita. Dengan mengidentifikasi dan membelokkan hal-hal negatif itulah nenek moyang kita dapat bertahan hidup,” jelas Lisa Schuman.

Dalam kehidupan modern, fenomena itu berperan dalam interaksi sosial seseorang, walau terkadang sama menakutkannya seperti melawan harimau bertaring tajam. Jadi menurut Schuman, langkah pertama untuk dapat menerima pujian adalah mempraktikkan rasa terima kasih (bersyukur) atas hal baik tentang diri Anda dan hidup Anda. Ini akan membantu Anda menginternalisasi hal baik yang dikatakan kepada Anda.

Misalnya mulailah dengan bersikap ramah, maka orang lain akan merasakan manfaat energi positif dari keramahan Anda itu. Orang-orang biasanya tertarik pada mereka yang ramah. Ini bagian dari praktik ucapan terima kasih dalam kehidupan sehari-hari dan berdampak pada harga diri.

Langkah kedua, hilangkan sifat kebencian dan dendam, karena hanya akan menyumbat perasaan Anda terhadap sanjungan. Apakah Anda pernah punya masalah dengan seseorang? Sehingga membuat Anda membencinya atau menyimpan dendam sampai sekarang? Bila hari ini orang itu memuji Anda, biasanya Anda tak akan peduli, atau bahkan membuat Anda muak mendengar pujiannya. 

Semestinya, siapapun orang yang memuji Anda, terimalah pujiannya dengan ucapan terima kasih yang tulus. Dengan melatih rasa terima kasih (bersyukur) setiap hari, Anda akan mampu mengidentifikasi hal-hal baik tentang diri Anda dan kehidupan Anda. Jika sudah memahami hal-hal baik tentang diri Anda, maka Anda akan dapat menerima pujian dengan lebih mudah.

SHARE