Cara Bertahan di Kantor Setelah Bekerja Jarak Jauh - Male Indonesia
Cara Bertahan di Kantor Setelah Bekerja Jarak Jauh
MALE ID | Works

Kebanyakan orang berpikir bahwa bekerja dari jarak jauh adalah pekerjaan yang setara dengan "menjalani mimpi." Dan bagi sebagian orang itu benar adanya.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Bekerja jarak jauh memang menyenangkan, Anda tidak terlibat politik kantor atau jam kantor yang membosankan. Tetapi pekerjaan jarak jauh bukanlah pengaturan ideal semua orang, dan banyak pekerja jarak jauh akhirnya membuat keputusan untuk resign.

Membuat lompatan yang awalnya terbiasa kerja jarak jauh kemudian kembali ke kantor bisa jadi menantang. Tetapi tidak harus begitu. 

Dikutip dari laman The Muse, berikut adalah empat cara yang harus diketahui untuk membuat lompatan Anda bisa bekerja dari kantor meski awalnya terbiasa kerja jarak jauh.

 
 

Berikan Alasan yang Tepat
Setelah bekerja dari jarak jauh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kadang muncul suatu perasaan ingin bekerja di kantor sesungguhnya. Banyak alasan mengapa seseorang ingin mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan kerja jarah jauh, dan kembali bekerja di kantor.

Julia Angelen Joy, Account Director di Swyft dan seorang profesional teknologi PR menuturkan, bahwa bagi Anda yang terbiasa kerja jarak jauh dan ingin kerja di ruang kantor, Anda perlu memiliki alasan yang kuat.

"Apakah Anda bergerak karena Anda menemukan isolasi pekerjaan jarak jauh? Apakah posisi di kantor menawarkan stabilitas lebih daripada kehidupan freelance Anda? Apakah Anda muak dengan pekerjaan lepas dan menginginkan jam kerja yang lebih mudah diprediksi?," kata Joy.

Menjelaskan alasan Anda akan membuat keputusan untuk beralih ke bekerja di kantor lebih mudah. Itu juga dapat membantu Anda melewati masa-masa sulit. Seperti saat pertama kali Anda terjebak kemacetan dalam perjalanan ke kantor, atau yang saat-saat ketika Anda menemukan diri Anda berjuang untuk menyelesaikan sesuatu berkat seorang rekan yang suka mengobrol.

Kuatkan Keinginan (tekad)
Kembali ke kehidupan kantor dan dikelilingi oleh orang lain adalah hal yang menyenangkan, tetapi juga menegangkan. “Sebagai pekerja lepas jarak jauh, saya benar-benar bisa mendengarkan dan menghormati ritme dan perasaan saya sendiri. Beradaptasi dengan jadwal yang ditetapkan akan mengubah itu untuk saya,” kata Anderson, spesialis konten digital dan SEO di boldSOCKS.com .

Setidaknya untuk memulai kebiasaan baru bekerja di kantor, Anda dapat membuat perubahan dari bekerja dari jauh ke bekerja di tempat jauh. Dan jika Anda memiliki niat untuk itu, akan lebih mudah dikelola. Dan, ketika Anda semakin terbiasa dengan rutinitas Anda di kantor, Anda dapat mengurangi waktu 'terpencil' di rumah menjadi setengah hari.

Jika perusahaan Anda tidak memiliki kebijakan kerja di rumah yang fleksibel, lihat apakah Anda dapat mengusulkan tempat di luar untuk tim Anda sebulan sekali untuk bekerja dari kedai kopi terdekat atau ruang kerja bersama. 

Perubahan pemandangan tidak hanya akan membantu Anda menghindari perasaan "terjebak" di kantor, tetapi juga dapat membantu memicu ide-ide kreatif yang merupakan kemenangan bagi semua orang.

Persiapkan Meja Kerja Anda
Memang, salah satu manfaat utama bekerja dari rumah adalah memiliki semua yang mungkin Anda butuhkan sepanjang hari, dan bahkan jika Anda bekerja dari jarak jauh dari tempat lain, Anda mungkin memiliki fleksibilitas untuk bangun kapan pun. 

Jika Anda lapar, Anda juga bisa mendapatkan camilan sesuka hati Anda. Jika Anda ingin mendengarkan musik, Anda dapat mendengarkannya kencang-kencang. Jika Anda kedinginan, Anda bisa mengambil sweter yang nyaman dari lemari Anda.

Semua itu kemudian akan berubah ketika Anda mulai bekerja di kantor. Untuk mengubah kebiasaan itu secara perlahan, Anda bisa menyiapkan meja kerja Anda dengan apa pun yang Anda mungkin Anda perlukan dan merasa nyaman. Seperti headphone, perencana harian Anda, botol air yang dapat digunakan kembali, camilan sehat, atau charger telepon tambahan.

SHARE