Belum Tentu Bekerja dari Rumah Jauh Lebih Baik - Male Indonesia
Belum Tentu Bekerja dari Rumah Jauh Lebih Baik
MALE ID | Works

Kemampuan untuk bekerja dari rumah tidak lagi hanya bermanfaat bagi segelintir karyawan saja, begitulah menurut temuan penelitian baru-baru ini.

Photo by Chris Benson on Unsplash

Menurut sebuah studi Gallup, memang telekomunikasi sudah menjadi biasa di lingkungan kerja yang sarat teknologi saat ini. Secara khusus, jumlah karyawan yang, atau memiliki satu titik dalam karir mereka, bekerja setidaknya satu hari dalam sebulan dari rumah telah tumbuh lebih dari 300 persen dalam 20 tahun terakhir. 

Pada 2015, 37 persen karyawan mengatakan mereka telah bekerja jarak jauh pada satu titik karier mereka, dibandingkan dengan 30 persen pada 2006 dan hanya 9 persen pada 1995.

"Teknologi telah membuat telecommuting menjadi lebih mudah bagi para pekerja, dan sebagian besar perusahaan tampaknya bersedia membiarkan para pekerja melakukan pekerjaan mereka dari jarak jauh, paling tidak secara berkala jika posisi memungkinkan," kata peliti dalam laman Business News Daily.

Peningkatan dalam telekomunikasi dapat sebagian disebabkan oleh meningkatnya keyakinan bahwa karyawan yang bekerja dari rumah sama produktifnya dengan rekan kerja mereka di kantor. Studi ini mengungkapkan bahwa 58 persen orang Amerika, termasuk orang yang bekerja dan pengangguran, percaya mereka yang bekerja dari jarak jauh sama produktifnya dengan mereka yang bekerja di kantor.

Hal tersebut tercatat naik dari 47 persen yang mengatakan hal yang sama pada 1995. Hanya 20 persen dari mereka yang disurvei berpikir telecommuters kurang efektif setiap hari daripada rekan-rekan mereka yang bekerja di kantor setiap hari.

Penelitian Gallup sebelumnya telah menemukan bahwa karyawan yang menghabiskan setidaknya beberapa waktu bekerja jarak jauh lebih mungkin daripada mereka yang tidak pernah telekomunikasi untuk terlibat dalam pekerjaan mereka.

"Tidak jelas dari hubungan itu apakah telekomunikasi meningkatkan keterlibatan atau tidak. Bahkan hal ini juga belum jelas apakah yang melakukan ini merupakan pekerja yang berpendidikan tinggi ataupun karyawan kerah putih  yang lebih mungkin terlibat dalam pekerjaan mereka secara umum," tulis penulis studi tersebut. 

Terlepas dari penyebabnya, penelitian Gallup secara konsisten menunjukkan bahwa perusahaan dengan tenaga kerja yang lebih terlibat cenderung melakukan lebih baik dalam berbagai hasil bisnis, termasuk produktivitas, profitabilitas, dan keterlibatan pelanggan.

Sebagian besar telekomunikasi bekerja dari rumah hanya secara terbatas. Studi ini didasarkan pada survei terhadap 1.011 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di 50 negara bagian AS dan Distrik Columbia.

SHARE