Tempat Sakral Pemandian Para Raja Batak - Male Indonesia
Tempat Sakral Pemandian Para Raja Batak
MALE ID | Story

Lantaran bentuk kolamnya mirip cawan (mangkuk), lokasi pemandian ini dinamakan Batu Cawan. Tempat ini merupakan situs budaya yang berada di lereng Gunung Pusuk Buhit, Desa Limbong, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Male Indonesia

Oleh masyarakat suku Batak, objek budaya ini dianggap sakral. Karena konon, dulunya Batu Cawan menjadi tempat pemandian suci bagi raja-raja Batak yang tinggal di Pusuk Buhit.

Kolam air Batu Cawan terbentuk secara alami. Batu besar menyerupai mangkuk menampung air yang bersumber dari aliran air terjun kecil di sisi kolam. Tinggi tebing air terjun itu kira-kira 6 meter. Sedangkan diameter kolam itu sendiri sekitar 4 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Di dasar kolamnya susunan bebatuan.

Tidak seperti air di telaga-telaga pemandian pada umumnya, air di Batu Cawan memiliki rasa. Ketika tersentuh lidah, air tersebut terasa agak kecut, masam, namun segar alami, mirip perasan jeruk purut. Permukaan airnya tampak berkilap seperti berminyak, berwarna kuning kehijauan. Namun kalau diserok pakai tangan, tak ada minyak di atas airnya.

Air berkah, demikian orang Batak menyakini adanya energi positif dari air tersebut. Pengunjung yang datang boleh meminum air di Batu Cawan, namun caranya cukup unik. Dari bibir kolam, pengunjung harus menundukkan kepala, kemudian mulut langsung menyeruput permukaan airnya. Tak boleh pakai alat bantu seperti gayung, gelas, ataupun tangan. Setelah itu barulah boleh mencuci muka dan membasahi rambut. Airnya juga bisa dibawa pulang. Air tersebut dipercaya bisa mendatangkan kebaikan, menyembuhkan penyakit dan membuang sesuatu yang sial di badan.

Hanya saja, pengunjung dilarang merendamkan tubuh di kolam ini. Bagi yang ingin mandi, lain lagi tempatnya, yakni di aliran air yang berada di bawah kolam Batu Cawan. Di sana juga terdapat bak-bak pemandian yang dilengkapi dengan ruang ganti dan toilet.

Menurut sejarah masyarakat suku Batak, Batu Cawan dulunya merupakan tempat pemandian suci raja-raja Batak yang bermukim di Pusuk Buhit. Maka tak heran bila orang Batak menganggapnya sakral. Sekarang pada hari-hari tertentu tempat ini ramai dikunjungi warga sekitar, maupun orang Batak yang datang dari perantauan, untuk melakukan tradisi ritual sekaligus berziarah ke tanah leluhur. Ada yang niatnya ingin berobat, ada yang mau berdoa. Mereka percaya tempat ini bertuah.

Male Indonesia

Di sekitar kolam terdapat meja panjang setinggi pinggang orang dewasa yang terbuat dari cor semen dan dikeramik. Fungsinya semacam altar. Di meja itu,  pengunjung yang berziarah biasanya meletakkan semacam persembahan seperti jeruk purut, daun sirih, buah-buahan, rokok, telur ayam, ayam hingga kambing hidup. Namun jika Anda bermaksud sekadar ingin melihat-lihat dan menikmati pesona alam peninggalan objek budaya di Batu Cawan, tanpa melakukan acara ritual, juga tak masalah.

SHARE