Cobra Dental Dukung Pendidikan Kedokteran Gigi - Male Indonesia
Cobra Dental Dukung Pendidikan Kedokteran Gigi
MALE ID | Whats Up

Di tahun 2020 ini genap menjadi 40 tahun berdirinya Cobra Dental di Indonesia. Dalam merayakan 40 tahun menjadi partner setia dan terpercaya klinik dan dokter gigi, Cobra Dental menyelenggarakan seminar dan talkshow sebagai dukungan atas pengembangan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 20 Februari 2020 ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga ahli dalam bidang Kedokteran Gigi yang mampu bersaing. Nantinya akan hadir drg. Oktri Manessa dan drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros.

Keduanya memberikan informasi seputar kesehatan gigi dan mulut serta menjelaskan tentang pentingnya memilih dan memiliki alat kesehatan gigi yang berkualitas baik.

Upaya Tingkatkan Awareness Masyarakat ke Dokter Gigi
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap pergi ke Dokter gigi adalah sesuatu hal yang menyeramkan. Seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter gigi Indonesia (PDG) Dr.Dg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM di tahun 2019.

Hananto Seno mengungkapkan bahwa lebih dari 95 persen masyarakat di Indonesia masih enggan untuk berkunjung ke Dokter gigi ketika mengalami masalah pada gigi mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu dan terus berubahnya gaya hidup, stigma tentang menyeramkannya datang ke dokter gigi kian berkurang. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya tren perawatan gigi sebagai penunjang estetika di kalangan anak muda. 

“Perawatan gigi yang berfungsi sebagai penunjang estitka seperti veneer, bleaching, atau braces kini sangat digemari. Kaum milenial contohnya, mereka datang ke klinik untuk menggunakan servis tadi dengan harapan gigi mereka terlihat lebih bagus atau untuk memperbaiki senyumnya.” Jelas drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros.

Menurut drg. Andy, hal ini bukanlah sesuatu yang buruk. Meskipun tujuan awalnya adalah untuk estetika, tetapi dari sini para dokter gigi memiliki celah untuk meningkatkan awareness tentang kesehatan gigi dan mulut ke pasien. Sehingga stigma datang ke klinik gigi itu menyeramkan bisa berkurang.

Di samping estetika, kreatifitas untuk menciptakan konsep yang menarik pada klinik gigi ‘kekinian’ juga berperan cukup besar.

“Seperti yang kita tahu, sekarang itu klinik gigi berlomba-lomba menciptakan konsep pelayanan atau marketing yang menarik. Bisa dibilang kekinian. Mereka juga mulai approach pasien lewat media sosial yang dekat dengan si pasien, sehingga rasa takut di awal tadi berkurang karena banyak informasi yang diberikan.” Lanjut drg. Andy.

drg. Oktri Manessa selaku Founder dari OMDC salah satu klinik gigi dengan konsep unik dan menarik Bersama Toto Syarief Hidayatulloh, memutuskan untuk melakukan survey kepada masyarakat dengan pertanyaan,“kenapa Anda tidak pergi ke dokter gigi?”. 

Mereka menemukan tiga fakta bahwa pandangan masyarakat mengenai pergi ke dokter gigi identik dengan Mahal, Takut, dan Malas Antre. 

“Sejak saat itu, kami mengembangkan konsep dan inovasi untuk memberikan solusi bagi ketiga keresahan masyarakat tersebut. Berangkat dari masalah tersebut, lahirlah OMDC yang mengusung misi sosial, yaitu membuat senyum seluruh lapisan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut lewat harga yang terjangkau,” ujar drg. Oktri. 

Keterampilan dari para praktisi juga jadi hal yang sangat penting. Pasien akan merasa aman jika praktisi yang menangani mereka adalah dokter gigi yang berpengalaman dan kredibel di bidangnya. 

Selain itu, faktor lain yang dapat membuat klinik gigi semakin digemari adalah adanya teknologi canggih dan modern yang dimiliki dan alat-alat dan bahan kedokteran gigi yang sudah teregistrasi resmi Kementerian Kesehatan RI melalui pertner penyedia yang handal dan terpercaya dari klinik tersebut.
 

SHARE