Google Play Store Bakal Ada Saingan dari China - Male Indonesia
Google Play Store Bakal Ada Saingan dari China
MALE ID | Digital Life

Google Play Store adalah gudangnya aplikasi untuk para pemegang smartphone dengan OS Android. Ditambah lagi, hampir seluruh ponsel pintar (smartphone) di dunia menggunakannya. Nah, begitu mendominasinya, Google Play Store kini akan memiliki pesaing dari China. 

Photo by Mark Boss on Unsplash

Perusahaan teknologi dari China, Xiomi, Huawei Technologies, Oppo, dan Vivo dikabarkan bergabung untuk menciptakan platform baru untuk  para pengembang aplikasi di luar negeri China yang mirip dengan Google Play Store.

Platform ini ditujukan agar para pengembang aplikasi ini menyimpan hasil ciptaannya di tempat penyimpanan ini terus-menerus. Keempat perusahaan ini tergabung dalam satu aliansi yang disebut dengan Global Developer Service Alliance (GDSA). 

Seperti dikutip dari Reuters, platform ini bakal memudahkan para pembuat games, musik, film dan aplikasi yang lain memasarkan aplikasi mereka kepada siapa saja lintas benua dan lintas negara.

 
 

GDSA bakal diumumkan awal Maret. Hanya ini masih dalam tahap rencana mengingat wabah virus korona masih membuat Pemerintah China dan beberapa negara tetangga kerepotan menghadapi situasi ini.

Sebagai langkah awal, platform ini akan dibuat dan disebar meliputi sembilan wilayah termasuk India, Indonesia dan Rusia. Oppo dan Vivo keduanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur China, BBK Electronics. 

Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengonfirmasi bahwa mereka telah bergabung dalam GDSA sebagai cara untuk menyimpan aplikasi yang mereka buat. Juru bicara Xiaomi menyebutkan, aliansi ini tidak bermaksud untuk menantang Google dan menolak bahwa ini dilakukan karena larangan Pemerintah Amerika Serikat atas produk Huwaei.

"Ini akan menjadi langkah penting bagi merek-merek China karena mereka berupaya mengurangi ketergantungan pada Google sehubungan dengan perang dagang AS-China," kata analis Counterpoint Research, Neil Shah.

Meskipun kehadiran ponsel-ponsel merek China terbatas di AS, Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo menyumbang 40% dari seluruh penjualan smartphone global pada tahun 2019, menurut penelitian Counterpoint.

Menurut VP of Mobility Canalys Nicole Peng, kerjasama keempat vendor ponsel tersebut bisa meningkatkan popularitas masing-masing perusahaan di tingkat regional. 

Meski aliansi ini masih dalam tahap awal, tetapi langkah tersebut juga dapat membangun portofolio aplikasi yang solid dari keempat merek ponsel asal China tersebut.

SHARE