Jangan Menghindar, Ini Cara Hadapi Orang Toxic - Male Indonesia
Jangan Menghindar, Ini Cara Hadapi Orang Toxic
MALE ID | Relationships

Dalam kehidupan yang Anda jalani, ada banyak orang yang mempunyai peran masing-masing. Bahkan, ada saja yang berperan sebagai orang dengan sifat yang tidak menyenangkan seperti manipulatif, penuh dengan drama, dan sering berpikiran negatif. Sifat-sifat tersebut acap kali ditemukan pada orang-orang toxic.

Photo by Ayo Ogunseinde on Unsplas

Untuk orang dengan kategoti seperti itu, memang sering kali membuat hari-hari tidak begitu nyaman, bahkan akan sangat mempengaruhi mood. Tapi respon Anda terhadap perlakuan mereka adalah yang bisa menentukan apakah Anda akan baik-baik saja menjalani hari-hari Anda atau akan merasa emosi sepanjang hari, sehingga ingin meninggalkannya.

Lalu, apakah memang harus menginggalkannya alias menghindari, atau memang justru mengahadapinya? Jika Anda memiliki orang terdekat, baik teman, pasangan, atau rekan kerja dengan kategori seperti itu lebih baik hadapi, jangan diitinggalkan.

 
 

Lalu bagaimana cara menghadapinya? Mengutip dari berbagai seumber, berikut ini cara untuk menghadapi orang-orang toxic di lingkaran kehidupan Anda.

1. Cuek
Respon yang cuek bisa dibilang respon yang paling cerdas untuk menghadapi orang-orang yang toksik. Dengan tidak mengindahkan apa yang mereka katakana kepada Anda, hari-hari akan menjadi baik-baik saja dan menyenangkan. 

Dengan respon yang demikian akan membuat Anda tetap fokus pada tujuan yang sudah Anda rancang di awal. Akan tetapi, terkadang cuek saja tidak cukup, tergantung dari konteks orang yang akan Anda hadapi.

2. Ikuti Naluri
Apakah Anda sering memaklumi atau membiarkan perilaku seseorang yang tidak menyenangkan terhadap Anda? Misalnya, setelah Anda menghadapi orang dengan kelakuan yang toxic, Anda berkata “Dia pasti tidak bermaksud berkata begitu, mungkin dia sedang emosi”, atau “Mungkin dia tidak sadar perbuatannya salah, kalau diingatkan pasti dia akan mengerti”.

Nah, jika Anda sadar bahwa Anda sering “membela”, padahal sebenarnya Anda tahu bahwa perbuatan orang tersebut salah, sudah waktunya Anda bangun dan mengikuti kata hati Anda. Dengan terus menerus menyangkal kata hati Anda, itu berarti sama saja Anda membenarkan tindakan orang toxic tersebut.

3. Bicara Pelan-pelan
Kalau Anda mempunyai cukup keberanian untuk mendekati si toksik, Anda mungkin bisa mencoba mengobrol baik-baik sama dia. Awalnya mungkin tidak mudah, tapi kalau dilakukan terus menerus mungkin akan membuahkan hasil. Tidak jarang orang yang sering nyinyir malah akan jadi orang yang baik jika Anda berhasil untuk menyadarkan orang tersebut.

Tentunya cara ini tidak selamanya bisa berhasil, bahkan banyak kasus yang semakin menjadi-jadi. Untuk kasus yang seperti itu, tidak ada hal lain yang bisa Anda lakukan selain membiarkannya dan fokus pada tujuan sendiri.

4. Tegas
Apabila pada pilihan sebelumnya tentang respon kepada orang-orang toksik adalah dengan berani mengajaknya berbicara baik-baik meskipun banyak kasus tidak berhasil dengan cara ini, ada cara yang lebih berani jika si toksik sudah kelewatan batas dan terlalu ikut campur dengan segala sesuatu yang Anda lakukan, yaitu tegas.

Merespon dengan tegas di sini bisa dengan menasihatinya, langsung bicara dengan nada yang kaku, atau bisa langsung melawannya. Akan tetapi, cara ini bukanlah cara terbaik dan akan lebih baik lagi jika tidak dilakukan, karena akan bisa menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Palagi jika si toksik memang suka mencari masalah dengan Anda.

SHARE