Suka Memaki, Bisa jadi Anda Mengalami Sindrom Ini - Male Indonesia
Suka Memaki, Bisa jadi Anda Mengalami Sindrom Ini
MALE ID | Sex & Health

Siapa yang suka dengan orang yang suka memaki? Tentu saja banyak yang tidak suka, karena tidak hanya kata-kata tersebut bisa menyakiti orang lain, tapi disisi lain juga secara umum menjadikan orang tersebut terlihat seperti sosok yang kasar.

Male IndonesiaPhoto by Devin Edwards on Unsplash

Lalu apakah orang yang suka memaki memang cenderung negatif? Ternyata faktanya, tidak seperti itu. Bisa jadi memang karakternya, tapi bukan tidak mungkin orang tersebut mengalami  Sindrom Tourette.

Sindrom tourette menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi penderitanya. Karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bagi orang yang mengalami sindrom yang masuk kedalam penyakit neuropsikiatrik. Ia akan kesulitan untuk mengatur ucapannya dan terkadang disertai gerakan spontan yang tidak bisa dikontrol.

Maka dari itu, tentu akan sulit berada di sebuah kelompok atau grup saat Anda mengalami sindrom ini. Karena yang terlihat dan diucapkan, belum tentu bisa diterima orang yang menjadi korban ucapan dari penderita sindrom tourette.

sindrom tourette sendiri semakin menjadi dikenal, saat penyanyi muda Billie Ellis mengungkapkan bahwa ia menderita sindrom tourette. Dan membuatnya malu pada awalnya, hingga akhirnya ia tetap percaya diri dan meraih mimpinya.

 Lalu apakah ada pengobatan untuk sindrom tourette? Pada dasarnya jika masih adalam tahap ringan. Penderita tidak perlu melakukannya, hanya saja jika sudah sampai tahap mengganggu keseharian, hingga bisa membahayakan diri. Ada beberapa tahap yang bisa dilakukan.

Dilansir dari Alodokter, berikut diantara tahap yang bisa dijalani penderita sindrom tourette:

Psikoterapi
Penderita bisa melakukan terapi. Terapi tersebut berguna untuk meringankan gejala dari ADHD, OCD, dan depresi. Dan beberapa sesi psikoterapi, terapis juga bisa menggunakan metode seperti hipnosis, meditasi, teknik pernapasan,atau relaksasi.

Obat-obatan
Pada dasarnya, belum ada obat yang secara langsung menanggulangi sindrom tourette, hanya saja ada beberapa obat yang bertujuan lebih kearah pengendalian, yakni melalui obat antisikotik, antidepresan, suntik botox, atau antikonvulsan.

DBS (Deep brain stimulation)
 DBS bisa menjadi solusi paling akhir bila memang penderita sindrom tourette memang masuk ke dalam kategori parah dan tidak bisa ditanggulangi melalui terapi. Dimana penderita akan memiliki eletroda yang ditanamkan di kepalanya, untuk merangsang reaksi otak dalam.

Hanya saja, untuk bisa memberikan yang terbaik untuk penderita sindrom tourette, tidak hanya dukungan langsung kepada penderitanya. Tapi juga informasi kepada lingkungan sekitarnya, agar bisa mengerti dan memahami kondisi tersebut.

SHARE