Bos Amazon Kena Malware, Telegram Sindir WhatsApp - Male Indonesia
Bos Amazon Kena Malware, Telegram Sindir WhatsApp
MALE ID | Digital Life

Anda mungkin pernah mendengar, bahwa aplikasi chat WhatsApp diterpa beberapa masalah. Termasuk salah satunya adalah kebocoran data penggunannya.

Malware-male IndonesiaPhoto by Jens Johnsson on Unsplash

Kini kabar baru dan berita buruk bagi WhatsApp datang kembali. Dan tidak tanggung-tanggung, sosok yang menjadi korban adalah Jeff Bezos, pemilik dari Amazon, yang termasuk sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Tentu saja, kejadian tersebut menjadi hal yang sangat disayangkan bisa terjadi. Apalagi WhatsApp sendiri telah menjadi aplikasi chat paling populer di dunia saat ini.

Pavel Durov selaku bos dari layanan serupa yakni Telegram, melihat kejadian yang dialami oleh Bezos sebagai kejadian yang mengerikan dan menganggap penggunaan WhatsApp berbahaya.

Dilansir melalui Gagdet NDTV,  Durov melihat bahwa WhatsApp penuh dengan bug “backdoor” yang berbahaya.  Tapi disisi lain pihak Facebook sebagai pemiliki WhatsApp mengungkapkan bahwa sistem operasi Apple yang justru menjadi permasalahan, dan mengatakan bahwa enkripsi end to end WhatsApp tidak dapat dibatalkan.

Kejadian yang menimpa Bezos diawali saat ia mendapatkan pesan video yang ternyata berisikan Maleware yang dikirimkan melalui WhatsApp.

Hanya saja Durov tidak langsung sepakat begitu saja, dijelaskannya bahwa kerentanan video korup dari WhatsApp tidak hanya hadir sistem operasi iOS milik Apple, tetapi juga Android, hingga Windows Phone. Dengan kata lain, Durov melalui blog pribadinya menegaskan bahwa semua perangkat ponsel pintar yang menggunakan WhatsApp sangat rentan terhadap bahaya.

Lebih lanjut Durov mengungkapkan bahwa apa yang dialami oleh Jeff Bezos bisa tidak terjadi dan lebih aman jika Bezos menggunakan Telegram dibandingkan WhatsApp, yang menurutnya lebih aman untuk berkomunikasi.

Dalam pembenarannya, ia menambahkan bahwa Telegram sudah lebih dahulu  menjalani enkripsi end to end untuk komunikasi massa bertahun-tahun sebelum WhatsApp mengikutinya Durov juga menuturkan mengenai kualitas yang lebih baik dari WhatsApp, didasari oleh fitur Telegram Secret Chats yang menurutnya lebih aman dibandingkan yang lainnya.

Dan sebegai kompetitor, jelas apa yang terjadi pada WhatsApp tentu menjadi momen tepat bagi Telegram untuk mendapatkan perhatian lebih dari para pengguna aplikasi chat untuk beralih ke yang lebih aman seperti Telegram.

Karena untuk saat ini, WhatsApp masih menjadi yang terbanyak dari sisi pengguna secara global, yakni sekitar 1,5 miliar dibandingkan Telegram yang masih berada di kisaran 200-300 juta pengguna.

SHARE