Cerita Justin Timberlake dengan Kobe Bryant - Male Indonesia
Cerita Justin Timberlake dengan Kobe Bryant
MALE ID | News

Kobe Bryant memang telah lama meninggal dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, Kalifornia. Anak perempuan Bryant yang berusia 13 tahun, Gianna, juga tak selamat dalam insiden tersebut. Tapi para sahabatnya masih mengenang dirinya, salah satunya Justin Timberlake.

Photo: MarkBriello/Wikipedia

Justin Timberlake mengungkapkan kesedihan melalui akun Instagram pribadinya atas berpulangnya Kobe Bryant. Pelantun "Cry Me a River" itu merenungkan persahabatan dan percakapan terakhirnya dengan legenda bola basket Amerika Serikat yang secara tragis meninggal pada Ahad pagi dalam usia 41 tahun.

Dilansir Fox News, Timberlake berbagi enam foto dirinya  yang sedang berjabatan tangan, berpelukan, dan tertawa bersama Bryant. Unggahan pada Senin itu memperlihatkan perjalanan persahabatan mereka.

"Kami bertemu ketika masih remaja dan dipersatukan oleh semangat dan proses sesuai dengan bakatnya masing-masing," tulis Timberlake.

 
 

"Aku kagum dengan apa yang bisa kamu lakukan dengan bola basket dan tahu bakatmu melampaui anugerah postur fisik dan itu juga tampak pada mentalitasmu. Mentalitas yang terus aku bawa sepanjang karier dan masih digunakan setiap hari," lanjutnya dalam tulisan yang ia unggah.

Timberlake kemudian teringat ketika ia menyaksikan Bryant melakukan hal-hal yang tampak tidak dapat dibayangkan secara manusiawi di lapangan basket. Ia mengungkapkan kekagumannya atas sosok Bryant.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Justin Timberlake (@justintimberlake) on

 

"Dan, melalui pasang-surut, kejuaraan dan cedera, kamu masih tetap dengan tekad yang tak tergoyahkan tentang mentalitasmu untuk tetap ganas menghadapi persaingan. Namun, setiap kali kita berbicara atau mengirim pesan teks, sesuatu mulai berubah. Kesabaran dan keluwesan tumbuh. Dan itu mengilhami aku untuk terus tumbuh untuk diriku sendiri,".

Timberlake mengatakan, ia dan Bryant sering bertukar lelucon tentang masa tua. Bryant menjuluki dirinya "Vino" mengacu pada penuaan seperti anggur yang berkualitas. Namun, penuaannya tidak menjadikan Bryant seseorang yang lambat. 

"Tapi, kamu tidak pernah berhenti menginspirasiku. Kepercayaanmu terhadapku sangat besar dan itu sangat berarti karena aku sangat mengagumimu. Aku kagum kepadamu bukan sebagai salah satu atlet terhebat yang pernah ada, tetapi sebagai pribadi. Orang kadang-kadang dapat mengacaukan keinginan untuk menang dengan kurangnya kasih sayang. Itu bukan kamu. Kamu memiliki kedua kualitas itu,"kata Timberlake.

Timberlake kemudian mengungkapkan percakapan terakhir kali dengan teman dekatnya itu. Mereka berbincang soal menjadi ayah dan makna menjadi ayah. Keduanya menganggap bahwa anak adalah warisan sejati mereka. "Siapa anak-anak kami dan akan menjadi orang cantik seperti apa mereka nanti," tulis Timberlake.

"Aku mengirimkan sayangku kepada Vanessa dan keluargamu dan kepada keluarga semua orang yang terhubung dalam duka cita ini. Tragedi yang mengerikan,"

Lebih lanjut, Timberlake menuliskan betapa terlukanya dia atas kepergian Bryant. Ia tak lupa menyemangati keluarga mantan bintang Los Angeles Lakers itu.

"Kobe, kamu telah menghubungkan begitu banyak tentang kita. Mamba Mentality akan bertahan selamanya. Aku tahu itu akan menjadi sumber bagiku setiap hari seperti yang telah terjadi selama beberapa hari sebelumnya. Warisanmu ada bersama kami. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk meneruskannya sekarang. Kuharap aku dapat terus membuatmu bangga, Vino. Champ, MVP, Legenda, Pahlawan, Inspirator, Ayah, Teman. Aku akan merindukanmu, saudara."

Timberlake mengakhiri unggahannya dengan menambahkan kalimat, "Mamba selamanya."

SHARE