Slash Bicara Ketidakyakinan GNR Punya Album Baru - Male Indonesia
Slash Bicara Ketidakyakinan GNR Punya Album Baru
MALE ID | News

Guns N' Roses (GnR) dikenal dengan produtifnya dalam menelurkan album baru. Meskipun usia anggotanya sudah tidak muda lagi, namun mereka tetap berkreasi. Hal ini terlihat dengan album terakhir meraka pada 2008 lalu, yang bertajuk Chinese Democracy (2008). 

Photo: Ringerfan23/Wikipedia

Pada 2019 lalu, GnR juga digadang-gadang akan menelurkan kembali almbum baru mereka. Namun, baru-baru ini, Gitaris Guns N Roses, Slash mengatakan grup musiknya tidak yakin bagaimana membuat materi baru karena' 'sifat' dari industri musik saat ini, tetapi dia mengakui 'hal-hal sedang terjadi' pada kelompok musiknya itu.

Bukan tidak mungkin akan ada album baru, yang akan menjadi yang pertama sejak album "Chinese Democracy" yang dibuat pada 2008, tetapi rocker asal Amerika Serikat ini tidak yakin apa langkah selanjutnya untuk sekarang ini.

“Tidak ada jawaban pasti tentang apapun dan saya akan terus melakukannya. Hal-hal terjadi, tetapi tidak ada yang spesifik. Lebih dari segalanya, itu karena sifat industri saat ini,” kata Slash.

“Seperti, bagaimana Anda ingin melakukan ini? Maksud saya ada materi dan ada rekaman dan lainnya yang sedang terjadi, tapi kami tidak benar-benar yakin apa yang kami lakukan dengan itu sekarang,” tambah dia kepada Guitar.com.

Komentar Slash ini diungkap, beberapa hari setelah gitaris GNS, Richard Fortus mengatakan dia berharap band yang dinaunginya itu akan merilis album baru pada 2020.

“Kami senang membawa lagu baru. Kami selalu berlatih hal-hal baru. Hanya saja semua orang merasa nyaman untuk mengintegrasikannya ke dalam pertunjukan. Saya harap kami memiliki musik baru di tahun mendatang,” terang dia.

Pelantun 'Paradise City' akan memulai tur Eropa, dan Richard tidak sabar untuk kembali ke Eropa dan Amerika Selatan. “Saya senang kembali ke Amerika Selatan pada bulan Maret, maka kita akan berada di Eropa pada musim panas,” bebernya.

“Dan melakukan festival di Eropa selalu sangat menyenangkan karena Anda bisa melihat banyak band hebat dan teman yang biasanya tidak Anda lihat,” tambah Richard.

Guns N Roses merupakan salah satu band rock n roll paling berpengaruh di dunia. Mereka telah merilis enam album studio dan sejumlah hits seperti "Sweet Child O' Mine", "November Rain", "Don't Cry" dan lain-lain. 

Namun setelah album Spaghetti Incident pada 1993, para personel band ini bercerai berai dengan hanya menyisakan Axl Rose sebagai vokalis, yang tetap mempertahanan band tersebut.

Pada November 2008, Guns N Roses sempat merilis album Chinese Democracy. Namun hanya Axl Rose yang menjadi personel Guns N Roses awal. Axl dibantu para musikus seperti: Dizzy Reed, Robin Finck, Paul Tobias, Tommy Stinson dan Josh Freese dan Chris Pitman.

Guns N Roses tetap berjalan dengan Axl bersama rekan-rekannya, tanpa Slash, Duff McKagan, dan juga Izzy Stradlin, yang menghilang entah kemana.

Lantas pada 2016, Slash dan Duff McKagan sepakat untuk melakukan tur reuni bareng Axl Rose. Awalnya, tur reuni itu hanya untuk lima pertunjukan di beberapa kota di Amerika Serikat. 

Namun melihat antusiase para penggemar yang begitu dahsyat, para personel alsi Guns N Roses pun ketagihan manggung bareng. Konser tersebut bahkan berlanjut hingga ke Amerika, Eropa hingga Asia. Bahkan konser "Not in This Lifetime Tour" kabarnya sampai meraung pendapatan hingga US$ 500 juta.

SHARE