Ternyata Ini Alasan Pria Lebih Rentan Kena Kanker - Male Indonesia
Ternyata Ini Alasan Pria Lebih Rentan Kena Kanker
MALE ID | Sex & Health

Secara umum, pria sekitar 16 persen lebih mungkin untuk menderita kanker dibanding wanita dan sekitar 40 persen  lebih banyak meninggal dunia dibanding wanita.

Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Para peneliti telah mengidentifikasi mekanisme biologis utama yang menempatkan pria pada risiko kanker yang lebih tinggi daripada wanita.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, risiko kanker yang lebih tinggi terlihat pada pria bisa disebabkan oleh hilangnya fungsi pada gen tertentu dari kromosom Y yang menentukan jenis kelamin yang hanya ada pada pria.

Seperti dilansir The Indian Express, kromosom adalah struktur seperti benang yang melingkar yang mengandung bahan genetik dalam bentuk Deoxyribonucleic Acid (DNA) dan beberapa protein yang terlibat dalam pengaturan genom.

Sementara, embrio yang membawa dua kromosom X berkembang menjadi perempuan yang memiliki satu kromosom X dan Y berkembang menjadi laki-laki biologis.

Penelitian menggunakan data dari 9.000 orang, para peneliti, termasuk yang dari University of Adelaide di Australia mempelajari fungsi gen yang ada dalam kromosom Y pada pasien dengan berbagai jenis kanker.

Temuan ini mengungkapkan bahwa risiko untuk beberapa jenis kanker meningkat dengan hilangnya fungsi enam gen kromosom Y kunci dalam berbagai jenis sel. Menurut para peneliti, gen kromosom Y berperan dalam regulasi replikasi sel, kegagalan yang dapat menyebabkan perkembangan tumor.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa hilangnya kromosom Y yang penting untuk diferensiasi jenis kelamin janin, terjadi dengan penuaan, dalam sel-sel beberapa pria," kata Juan Ramon Gonzalez, rekan penulis studi dari Barcelona Institute for Global Health ( ISGlobal) di Spanyol.

"Meskipun hilangnya kromosom Y sebelumnya dikaitkan dengan insiden kanker yang lebih tinggi, penyebab hubungan ini kurang dipahami," tambah Gonzalez.

“Menariknya, gen-gen ini dicocokkan dengan salinan serupa pada kromosom X. Jika, seperti yang diperlihatkan, salinan kromosom X juga bermutasi dalam sel yang sama, perlindungan terhadap kanker yang disediakan oleh gen-gen ini dapat hilang sepenuhnya,” jelas Alejandro Cáceres, pemimpin penulis penelitian ini.

Gonzalez mengatakan bahwa pria, selain menghadapi risiko kanker yang lebih tinggi, juga menghadapi prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita. "Faktanya, perbedaan-perbedaan ini sebagian menjelaskan harapan hidup pria yang lebih rendah," terang dia.

Para peneliti percaya bahwa mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat pria lebih rentan terhadap kanker memiliki potensi untuk mengurangi risiko pada populasi ini.

“Meskipun pria mungkin lebih terpapar dengan karsinogen karena jenis pekerjaan yang mereka lakukan dan berisiko lebih tinggi karena mereka cenderung berkonsultasi dengan dokter, penelitian kami telah menunjukkan bahwa ada juga faktor biologis yang meningkatkan risiko kanker di antara pria,” beber Caceres.

"Faktanya, tampak salah satu dari faktor-faktor ini dapat ditemukan dalam kromosom Y, esensi dari kejantanan," tambahnya.

Penekanan kromosom Y, kata para ilmuwan dapat terjadi sebagai akibat dari hilangnya fungsi dalam kromosom atau sebagai akibat dari mekanisme lain yang dimediasi oleh inaktivasi kimiawi dari daerah yang sama.

“Paparan lingkungan tertentu, misalnya untuk tembakau atau zat berbahaya lainnya dapat memengaruhi fungsi kromosom dan menyebabkan modifikasi epigenetik. Temuan kami membuka pintu untuk pengembangan metode deteksi yang ditargetkan dan terapi khusus untuk pria dengan kanker,” jelas Gonzalez.

SHARE