Hakan Sukur, Sang Legenda yang Terasingkan - Male Indonesia
Hakan Sukur, Sang Legenda yang Terasingkan
MALE ID | Sport & Hobby

Sebagai legenda sepakbola, tentunya harus memiliki masa depan yang harum. Tapi tidak bagi Hakan Sukur. Ia yang pernah bersinar bersama Intermilan dan legenda Timnas Turki, kini harus terasingkan dari negaranya.


Photo: Magnus Manske/Wikipedia

Demi menyambung hidup saat ini, Hakan Sukur harus menjadi seorang pengemudi daring di Washington dan penjual buku setelah dipersekusi oleh presiden dan juga negaranya. Sukur mengklaim asetnya di Turki dibekukan oleh Erdogan.

"Saya tidak punya apa-apa lagi, Recep (Erdogan) mengambil segalanya, hak saya untuk kebebasan, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja," ucap Hakan Sukur kepada surat kabar Jerman Welt am Sonntag disadur Football Italia.

Hidupnya berubah secara dramatis setelah menyatakan pensiun dari dunia sepak bola, dan beralih memasuki panggung politik serta terpilih menjadi anggota Parlemen. Akan tetapi, pada 2011 Hakan Sukur berselisih dengan Presiden Turki Recep Erdogan.

Alhasil, akibat ketegangan dengan Erdogan, striker yang memiliki postur tubuh hampir menyentuh 2 meter itu harus diasingkan dari negaranya atas tuduhan percobaan kudeta.

"Saya merasa tidak melakukan hal yang melawan hukum. Saya bukan pengkhianat atau teroris. Mungkin saya musuh pemerintah, tapi bukan musuh negara Turki," ujarnya.

"Sepertinya tidak ada yang bisa menjelaskan apa peran saya dalam kudeta ini seharusnya. Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal, saya bukan pengkhianat atau teroris," sambung dia.

Parma dan Inter Milan menjadi klub yang membuat Hakan Sukur pernah bersinar pada 2000 sampai 2002. Di Parma, dia pernah meraih gelar juara Coppa Italia 2002. Hakan Sukur tercatat pernah mengantarkan timnas Turki ke semifinal Piala Dunia 2002. 

Setelah berpetualang di klub-klub luar Turki seperti Inter Milan, Parma, dan Blackburn Rovers, dia kembali ke Galatasaray pada 2003. Galatasaray pun menjadi klub terakhir Hakan Sukur sebelum pensiun. Hakan Sukur memutuskan pensiun pada 2008.

Sempat Buka Cafe di California
Selepas dari dunia sepak bola, Sukur mencoba peruntungan di dunia politik. Kala itu, ia tergabung menjadi anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan kendaraan politik Erdogan. 

Sukur banyak tersandung masalah seperti dikritik karena menerima tawaran sebagai pandit di Lig TV meski statusnya pada saat itu adalah murni seorang politikus. Kontroversi lainnya tak kalah menghebohkan. 

Saat berada dalam sidang yang membahas anggaran pendidikan, Sukur meninju Haydar Akar, anggota parlemen dari partai oposisi CHP. Namanya pun kembali menjadi topik utama di Turki.

Puncaknya saat Sukur diketahui mengundurkan diri dari AKP yang notabene ada sosok Erdogan yang bercokol di sana.  Tak lama kemudian, nama Sukur kembali disorot karena kicauannya di Twitter yang dianggap menghina Presiden Erdo?an dan anaknya.

Puncaknya lagi terjadi saat gerakan Gülen yang didukung oleh Sukur, dituduh sebagai dalang dari percobaan kudeta gagal pada 15 Juli 2016. Alhasil, seluruh pendukungnya (termasuk Sukur) dikenai surat penahanan dari pemerintahan Erdogan. Sukur pun memilih mengasingkan diri ke luar negeri.

"Kemudian saya pindah ke Amerika Serikat. Saya sempat buka kafe di California, namun beberapa kali orang mencurigakan menyatroni saya. Sekarang saya jadi pengemudi Uber dan menjual buku-buku," kata Hakan Sukur.

SHARE