Tips Tangani Ekspektasi Bos yang Tidak Masuk Akal - Male Indonesia
Tips Tangani Ekspektasi Bos yang Tidak Masuk Akal
MALE ID | Works

Menurut sebuah penelitian dari Businessnewsdaily, bos dengan harapan yang tidak realistis adalah penyebab utama stres bagi karyawannya, dan stres itu dapat menyebabkan kinerja karyawannya menjadi lebih rendah, produktivitas karywan juga lebih rendah, dan diperparah dengan banyaknya pergantian karyawan. 

Photo by In Lieu & In View Photograph on Unplash

Penelitian lain dari Inc, menunjukan bahwa harapan yang tidak realistis bahkan dapat membuat orang sakit. Karena bos yang buruk dapat meningkatkan risiko serangan jantung bagi karyawan atau kondisi jantung lainnya sebanyak 60 persen.

Jika Anda berurusan dengan atasan yang memiliki ekspetasi yang tidak realistis, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian, banyak di luaran sana pun merasakan hal yang sama. Nah, mengutip laman Recruiter, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan ketika mendapatkan bos seperti itu. 

Berpikir Jernih
Beberapa bos kadang memang memang memberikan tugas yang tidak masuk diakal karena bos melihat jalan yang jelas untuk mencapai tujuan yang tidak karyawan lihat sendiri. Meskipun Anda berpikir sesuatu mungkin tidak layak, atasan Anda mungkin tahu lebih baik.

Daripada langsung merasa tertekan oleh permintaan bos yang tampaknya tidak realistis, luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan alternatifnya. Mungkin Anda hanya meremehkan diri sendiri, atau mungkin bos menugaskan tugas ini di luar zona nyaman Anda untuk membantu Anda meningkatkan keahlian Anda. 

Meskipun Anda mungkin merasa kewalahan, mungkin dibalik itu Anda akan menemukan sisi positifnya, di mana Anda mendorong diri sendiri untuk memenuhiatau mencapai potensi penuh Anda.

Jika Anda menyimpulkan bahwa bos Anda benar-benar telah memberi Anda tugas yang mustahil, atur rapat sehingga Anda dapat mengobrol tentang masalah tersebut. Anda dapat mengurangi kecemasan Anda sebelum rapat dengan menuliskan apa yang Anda rencanakan. 

Anda juga harus mencoba melakukan brainstorming beberapa langkah tindakan nyata yang akan membantu Anda menyelesaikan proyek dengan sukses. Mendekati atasan Anda dengan rencana biasanya lebih baik daripada sekadar menggerutu suatu tugas yang menurut Anda tidak masuk akal.

Temukan Solusi Positif
Pengusaha selalu ingin melihat hasilnya. Mereka kurang peduli dengan apa yang Anda rasakan dan jauh lebih peduli dengan memastikan pekerjaan Anda selesai dengan waktu yang tepat. 

Alih-alih hanya menjelaskan mengapa Anda tidak bisa menyelesaikan proyek seperti yang diinginkan bos, sampaikan kekhawatiran Anda dan jelaskan sumber daya apa yang Anda perlukan untuk memastikan itu dilakukan.

Tunjukkan motivasi Anda untuk memberikan hasil dengan menawarkan solusi. Misalnya, jika bos telah meminta Anda untuk menyelesaikan proyek dalam satu hari yang sebenarnya akan memakan waktu seminggu, jelaskan bahwa Anda perlu lebih banyak waktu untuk mengumpulkan informasi yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tugas. 

Demikian juga, jika Anda membutuhkan bantuan atau ruang untuk menunda beberapa proyek yang kurang penting, berikan bos pengertian dan memberitahukannya. Melakukan pekerjaan dengan baik akan membuktikan bahwa Anda adalah aset yang berharga bagi perusahaan, dan bukan hanya seseorang yang cepat mengeluh.

Carilah Saran dari Teman Kantor
Jika Anda mengalami kesulitan berurusan dengan harapan bos Anda yang tidak realistis, kemungkinan Anda tidak sendirian. Tanyakan sekitar untuk mencari tahu apakah ada rekan kerja Anda memiliki tips tentang bagaimana Anda menangani bos dan beban kerja Anda.

Pelajari budaya perusahaan dan bagaimana orang lain bekerja dengan sukses dengan atasan Anda. Informasi ini akan membantu Anda menemukan cara menyelesaikan pekerjaan tanpa Anda merasa jengkel.

Konon, berhati-hatilah saat berbicara dengan rekan kerja. Perhatikan bagaimana Anda mencari tahu soal bos. Jangan sampai pertanyaan Anda ke rekan kerja sampai juga ke telinga bos. Sangat penting untuk tidak tampil sebagai seseorang yang bergosip atau mengeluh. 

SHARE