Awkwafina, Membuat Sejarah Baru di Golden Globe - Male Indonesia
Awkwafina, Membuat Sejarah Baru di Golden Globe
MALE ID | News

Wajahnya yang imut dengan gaya yang unik menjadi ciri khas Nora Lum atau dikenal luas dengan nama  Awkwafina.  Sukses di dunia akting memang menjadi pengalaman luar biasa untuk wanita yang justru mengawali karirnya di dunia musik ini.

Male IndonesiaPhoto: Casi Moss/Wikimedia

Dan tidak tanggung-tanggung, Awkwafina justru mengambil jalur musik rap sebagai pilihan di awal karir hiburannya. Tentu hal tersebut menjadi tantangan lebih dan tidak umum melihat wajah wanita asia melakukan rap diantara deretan musisi rap pria dan wanita berkulit hitam yang mendominasi.

Pada tahun 2015, Ia juga sempat membuat buku panduan untuk para turis yang berkunjung ke Amerika, khususnya kota New York dengan judul Awkwafina's NYC.

Dengan perjuangannya, ia berhasil meluncurkan album perdananya berjudul Yellow Ranger, yang berisikan 11 lagu. Namun, yang justru punya peran besar mengangkat namanya adalah saat ia terjun ke dunia akting.

Kemunculannya di beberapa serial TV memang tidaklah banyak, tapi ia mampu memperlihatkan keunikannya sebagai aktris asia yang berkarakter di Hollywood.  Termasuk saat ia mulai sering masuk ke layar lebar.  Perang yang dijalani cenderung sebagai sosok yang lucu dan aneh, memudahkan sosoknya untuk mudah dikenali.

Hingga pada akhirnya ia mulai masuk ke film besar seperti Ocean’s 8, Crazy Rich Asians, Jumaji: The Next Level, dan yang membuka lembaran baru karir aktingnya yakni di film The Farewell.  

The Farewell memang menunjukkan kemampuan akting Awkwafina dari berbagai filmnya yang lain. Karena di film tersebut, ia memiliki porsi besar menunjukkan kemampuan aktingnya yang memukau hingga memasukan namanya kedalam salah satu nominasi Golden Globe Award 2020.

Puncaknya, ia berhasil meraih kemenangan sebagai aktris terbaik dalam acara penghargaan tersebut, sekaligus menjadi wanita asia pertama yang meraihnya.

Di sisi lain, Awkwafina juga memiliki kepedulian yang tinggi dan menentang kekerasan seksual. Begitu pula pergerakannya untuk lebih banyak memberikan kesempatan kepada sutradara wanita dan membuang jauh stereotype orang asia yang digambarkan di media.

SHARE