The Nothing, Album Paling Emosional KoRn - Male Indonesia
The Nothing, Album Paling Emosional KoRn
MALE ID | News

Album terbaru KoRn, The Nothing, diakui menjadi salah satu album paling emosional. Karena album ini digarap setelah pentolannya, Jonathan Davis, dilanda tragedi. Dia kehilangan ibu dan istrinya dalam rentang waktu yang bersamaan tahun lalu.

Photo: JD/Wikipedia

The Nothing adalah album ke-13 KoRn yang berisi 13 lagu dengan single perdananya, You’ll Never Find Me dirilis pada Juli 2019 lalu. Bagi Jonathan, tak mudah menggarap album The Nothing. 

Meski menganggap pembuatan album itu adalah terapi emosional baginya, tapi Jonathan menghadapi sejumlah hambatan. Salah satunya adalah sesi rekaman yang lebih lama dibanding biasanya.

“Setiap album KoRn itu terapi buat saya. Itu seperti bab dalam hidup saya. Saya bisa mengambil album apa saja KoRn, mendengarkannya dan ingat apa yang saya lalui secara emosional saat itu. Itu adalah segalanya bagi saya; membuat saya terus berjalan, membuat saya terus hidup dan membantu meredakan rasa sakit,” papar Jonathan dalam laman Kerrang.

Namun, hal berbeda dirasakan Jonathan pada The Nothing. Saking emosionalnya, dia mengaku tidak bisa mendengarkan keseluruhan album itu. Padahal, sejumlah kritikus memberikan pujian pada album tersebut.

“Seluruh album ini adalah proses berduka cita. Saya masuk ke tempat yang benar-benar gelap dan saya membawa kembali sesuatu dari sana yang tinggal bersama saya sejak saya kehilangan (istri saya),” papar Jonathan dalam dokumenter tentang The Nothing yang dirilis di channel YouTube KoRn.

“Saya nggak bisa mendengarkan (The Nothing). Tiap saat saya mendegarkannya, saya mulai menangis. Maksudnya, sulit bagi saya untuk menampilkan lagu-lagunya. Sulit sekali. Tapi, saya melakukannya karena orang-orang di luar sana yang bisa terkait,” tambah Jonathan yang dikutip Blabbermouth.

Istri Jonathan, Deven, meninggal dunia pada Agustus 2018 dalam usia 39 tahun akibat efek mencampurkan lima obat-obatan, termasuk kokain dan heroin. Dia dilaporkan menderita kecanduan narkoba, alkohol, seks dan judi.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah kematiannya, Jonathan menyebut Deven sebagai istri yang mengagumkan, ibu yang mengagumkan dan teman yang mengagumkan yang menderita penyakit mental yang sangat serius.

Proses berduka yang dialami Jonathan juga berpengaruh terhadap proses pembuatan album ini. Kepada Kerrang, Jonathan mengatakan, biasanya dia hanya rekaman selama dua pekan untuk KoRn. Namun, untuk The Nothing, dia menghabiskan waktu selama kurang lebih 4 bulan untuk rekaman vokal.

Perjalanan emosional Jonathan di album ini juga diakui personel lain KoRn. Gitaris band itu, James “Munky” Shaffer, mengatakan, tidak mudah bagi mereka untuk berusaha muncul dengan musik yang segar untuk The Nothing dengan mengetahui kalau album itu bisa menjadi dasar katarsis bagi Jonathan.

“Seperti yang dikethaui banyak orang, ketika kalian mengalami duka cita dan kehilangan, kalian menjalani fase berbeda, tahap berbeda, kalian bisa marah di satu hari dan sedih di hari berikutnya, dan itu terus berlanjut selama seperti sebulan," tutur Munky.

Jadi, lanjut Munky, sebenarnya, apa yang dia mulai, apa yang dia ingin kami lakukan adalah lebih berat dari yang pernah kami lalkukan dan kemudian itu sedikit berubah ketika kami memberikan demo yang saya, Brian (Head, gitar) dan Ray (drum) kerjakan. 

"Itu mulai menuju ke hal yang melodik. Saya kira itu seperti beresonasi dengan dia ketika terkait menulis lirik dan lainnya. Jadi, itu mengubah sedikit, tapi itulah bagian proses kreatifnya,” ungkapnya. ***

SHARE