Pemahaman Diabetes di Indonesia Masih Rendah - Male Indonesia
Pemahaman Diabetes di Indonesia Masih Rendah
MALE ID | Sex & Health

International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat, khususnya diabetes tipe 2. Indonesia menjadi negara peringkat ke-enam dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko. 

Gambar oleh Bruno Glätsch dari Pixabay 

Menurut data Departemen Kesehatan, sekitar 10,3 juta masyarakat Indonesia mengidap diabetes pada rentang usia 20-79 tahun. Namun, hanya separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Angka ini bukanlah angka yang sedikit. Jika tidak segera ditanggulangi.

Pasalnya, diperkirakan ketika puncak demografi terjadi pada 2030, 21,3 juta jiwa mengidap diabetes tipe. “Penyakit diabetes tengah menjadi ancaman kesehatan global, yang jika tidak segera ditangani secara serius, akan mengakibatkan pada rendahnya kualitas generasi berikutnya," ucap Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia.

Menurut penelitian yang dilakukan Sun Life yang berjudul Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier live, Indonesia masih rendah literasi dibetes. Ditegaskan bahwa dengan data 68% penduduk Indonesia yang menilai bahwa diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan saja. Padahal, gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama seseorang menderita diabetes, khususnya tipe 2.  

dr. Dante S. Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM mengatakan, dari hasil survey FKUI RSCM-Divisi metabolik endokrin menemukan 1 dari 8 orang di Jakarta terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang yang terkena diabetes tidak mengetahui kalau dirinya terkena diabetes. 

"Angka ini belum termasuk jumlah penderita pra diabetes, yang diperkirakan jumlahnya 6x lebih banyak dari penderita diabetes. Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap pra diabetes dan diabetes menjadi sebuah keharusan," kata dr. Dante S. Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD.

Jika seseorang sudah terkena diabetes, jelas dia, terdapat tiga gejala klasik yang dikenal dengan istilah 3P yaitu; poliuri atau sering buang air kecil, polifagi atau sering merasa lapar, dan polidpsi atau sering merasa haus. 

Selain itu, penurunan berat badan tanpa disertai dengan sebab yang jelas, juga menjadi ciri yang perlu diperhatikan. Sayangnya, masyarakat masih kerap abai terhadap gejala ini. 

"Faktanya, hanya 30% penderita diabetes di Indonesia yang memahami tentang diabetes dan cara penanganannya," terangnya. 

"Upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes harus dilakukan, dimulai dari menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan cara, menjaga pola makan sehat dan berimbang serta aktif bergerak, menghindari diri dari rokok dan alkohol, serta membangun komunitas pendukung yang solid," Ditambahkan dr. Dante.

SHARE