Metode Buka Kunci Handphone Ungkap Usia Pengguna - Male Indonesia
Metode Buka Kunci Handphone Ungkap Usia Pengguna
MALE ID | Digital Life

Seiring berkembangnya kecanggihan handphone atau smartphone, juga semakin berkembangnya metode buka kunci handphone, seperti halnya password, face unlock, pola geometris, fingerprint, dan fingerprint di layar.

Gambar oleh Biljana Jovanovic dari Pixabay

Ternyata dibalik buka kunci handphone itu, bisa mengungkapkan usia seseorang. Studi yang dilansir dari laman Asian Age ini, dilakukan oleh University of British Columbia (UBC) dipresentasikan November lalu di 'Konferensi CHI tentang Faktor Manusia dalam Sistem Komputasi' di Glasgow, Skotlandia.

"Sebagai peneliti yang bekerja untuk melindungi handphone dari akses yang tidak sah, kita harus terlebih dahulu memahami bagaimana pengguna menggunakan perangkat mereka," kata Konstantin Beznosov, seorang profesor teknik listrik dan komputer di UBC.

 
 

Beznosov juga mengungkapkan bahwa dengan melacak pengguna selama interakhir harian dengan perangkat mereka, membuat peneliti mendapatkan wawasan tentang desain ponsel cerdas di masa depan.

Analisis juga menunjukkan bahwa pengguna yang lebih tua menggunakan ponsel mereka lebih jarang daripada pengguna yang lebih muda. Untuk setiap interval 10 tahun dalam usia, ada penurunan 25 persen yang sesuai dalam jumlah sesi pengguna.

Dengan kata lain, seorang remaja berusia 25 tahun mungkin menggunakan ponsel mereka 20 kali sehari, tetapi seseorang yang berusia 35 tahun hanya dapat menggunakannya 15 kali. Studi ini melacak 134 sukarelawan, mulai dari usia 19 hingga 63 tahun, melalui aplikasi khusus yang diinstal pada ponsel Android mereka.

Selama dua bulan berturut-turut, aplikasi mengumpulkan data tentang peristiwa mengunci dan membuka kunci, pilihan kunci otomatis atau manual dan apakah ponsel terkunci atau tidak terkunci.

Aplikasi ini juga mencatat durasi sesi pengguna. Studi ini juga menemukan perbedaan gender dalam pilihan otentikasi. Seiring bertambahnya usia, pria jauh lebih cenderung mengandalkan kunci otomatis, dibandingkan dengan mengunci perangkat mereka secara manual, dibandingkan dengan wanita.

Dalam hal penggunaan secara keseluruhan, pria rata-rata menggunakan ponsel mereka lebih sedikit daripada wanita, dengan wanita berusia 20-an menggunakan handphone mereka secara signifikan lebih lama daripada pria seumuran mereka.

Namun, keseimbangan bergeser dengan usia, pria berusia 50-an mencatat sesi penggunaan yang lebih lama dibandingkan wanita pada usia yang sama. Sementara penelitian tidak melihat alasan perilaku ini, Beznosov mengatakan temuan ini dapat membantu perusahaan handphone merancang produk yang lebih baik.

"Faktor-faktor seperti usia harus dipertimbangkan ketika merancang sistem otentikasi ponsel cerdas dan perangkat harus memungkinkan pengguna untuk memilih metode penguncian yang sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan mereka," tuturnya.

SHARE