4 Cara Freelancer Dapat Membeli Rumah Idaman - Male Indonesia
4 Cara Freelancer Dapat Membeli Rumah Idaman
MALE ID | Works

Memiliki rumah menjadi impian setiap orang, khususnya pria yang ingin mandiri. Tidak sedikit pria mendambakan rumah lebih dahulu sebelum mendambakan seorang wanita. Namun hal itu malah jauh lebih sulit. Satu alasannya adalah harga rumah setiap tahunnya naik melejit.

memiliki rumah pixabay.com 

Apalagi Anda yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Di tambah lagi tidak memiliki pekerjaan tetap alias freelancer. Meski kredit sudah menjadi solusi, tidak dipungkiri jika pekerjaan yang tidak tetap tersebut menjadi salah satu bagian dari menurunnya rasa percaya diri ingin mengajukan kredit rumah.

Bagi Anda yang berstatus sebagai freelancer, bukan berarti Anda tidak bisa memiliki rumah. Ada banyak siasat yang bisa dilakukan untuk memiliki rumah secara kredit.

1. Simpan 40% Pendapatan Anda

Sebut saja penghasilan Anda setiap bulannya adalah Rp 5 juta sampai Rp 7 juta per-bulan. Setidaknya, Anda bisa menabung hingga 40 persen setiap bulannya. Dari hasil menambung selama dua tahun itu, Anda bisa mengajukan pembayaran uang muka alias DP ruah seharga Rp 150 jutaan.

Sejumlah developer rumah tipe sangat sederhana di kawasan Cileungsi, Jonggol, masih bisa diperoleh dengan harga Rp 150 jutaan. Coba lakukan riset di sejumlah situs jual beli rumah untuk memperoleh rumah dengan harga tersebut. Mengingat DP rumah KPR biasanya berkisar 30% dari harga rumah, maka uang Rp 48 juta rupiah sudah cukup dijadikan uang muka.

Jangan mentang-mentang Anda masih single, penghasilan freelance Anda lebih banyak terbuang sia-sia. Lebih banyak menyisihkan, lebih baik.

2. Bisa Manfaatkan Promo Kredit Rumah

Carilah bank yang melakukan promosi kredit dengan memberikan tenor atau jangka waktu kredit hingga 15 tahun. Pastikan angsuran rumahnya murah agar bisa sesuai dengan pendapatan yang Anda peroleh setiap bulan. Kesesuaian ini penting agar bank dapat menyetujui permohonan KPR yang Anda ajukan.

3. Jangan Terpaku Satu KPR

Sebenarnya KPR bukan satu-satunya solusi untuk mendapatkan rumah secara kredit. Selain KPR bank ada fasilitas lain yang bisa Anda manfaatkan yaitu sistem kredit in house dimana pembeli langsung berutang kepada developer.

Di sini developer akan berperan persis seperti bank. Namun, biasanya jangka waktu kredit yang ditawarkan tidak terlalu panjang. Anda juga bisa meminjam dana dari orang tua atau saudara untuk membeli rumah. Berikan penjelasan dan skema pembayaran yang logis agar mereka percaya Anda akan melunasi pinjaman tersebut.

4. Siapkan Biaya Tak Terduga

Tidak sedikit biaya tak terduga yang akan Anda temui saat membeli rumah, misalnya saja biaya notaris, balik nama kepemilikan, dan biaya administrasi lainnya. Maka siapkanlah biaya tak terduga selain simpanan Anda. Pintar-pintar lah untuk menabung dari sisa penghasilan.

Setidaknya alokasikan 10% penghasilan bulanan untuk biaya lain-lain. Dengan cara ini, dalam kurun waktu dua tahun Anda akan memiliki uang Rp 12 juta yang bisa digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut. **

SHARE