NusantaRun Chapter 7 Bertema Revealing Potentials - Male Indonesia
NusantaRun Chapter 7 Bertema Revealing Potentials
MALE ID | Whats Up

NusantaRun Chapter 7 segera dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 8 Desember 2019. Dimulai dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan finish di Ponorogo, Jawa Timur.

Photo: Gading Perkasa/Male Indonesia

Sebanyak 155 pelari telah terpilih menjadi fundraiser NusantaRun Chapter 7. Selain berlari ultra maraton dengan jarak 133 kilometer untuk kategori full course dan 71 kilometer untuk kategori half course, mereka juga menggalang dana untuk program #StudentAthletesWithDisabilities.

Program ini adalah bentuk kerja sama antara NusantaRun dengan Perkumpulan Ohana yang nantinya dilaksanakan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Tema tahun ini yaitu #RevealingPotentials, terinspirasi dari filosofi nama kabupaten yang akan menjadi finish line NusantaRun Chapter 7, Ponorogo. Ponorogo terbentuk dari kata ‘pana’ (melihat) dan ‘raga’ (badan atau diri). Bila digabungkan, maknanya melihat diri sendiri,” ujar Jurian Andika, founder NusantaRun.

“NusantaRun percaya, setiap orang memiliki potensi yang perlu diungkap dan diberdayakan. Potensi tersebut hendaknya dimaksimalkan agar memberikan manfaat yang dirasakan oleh banyak orang,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, siapa pun dapat berkontribusi memajukan pendidikan Indonesia. Entah itu pelari, relawan, maupun pihak lain yang memberi kontribusi dengan cara berbeda.

“NusantaRun ingin semua orang yang terlibat dapat merasakan pengalaman menjadi seorang fundraiser. Kami bekerja sama dengan KitaBisa sebagai crowd funding partner,” tutur dia.

Sementara itu, co-founder NusantaRun, Christopher Tobing, mengatakan bahwa NusantaRun dan Perkumpulan Ohana akan bergerak bersama untuk memberdayakan penyandang disabilitas (terpilih) yang berprestasi secara akademik melalui student athlete

 “Melalui program tersebut, diharapkan bisa memaksimalkan potensi penyandang disabilitas meraih prestasi dan bersaing dalam kompetisi olahraga yang menggunakan kursi roda, dari tingkat kabupaten hingga internasional,” kata Christopher.

“Setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita, tidak terkecuali penyandang disabilitas. Semua manusia berhak melakukan yang terbaik karena di situlah kemampuan menginspirasi hadir menghiasi kehidupan. Tanpa potensi, tidak ada inspirasi yang memotivasi,” katanya lagi. [GP]

SHARE