Hadapi, Bertengkar Lewat Chat Masalah Makin Ruwet - Male Indonesia
Hadapi, Bertengkar Lewat Chat Masalah Makin Ruwet
MALE ID | Relationships

Setiap pasangan, baik yang masih berpacaran atau sudah berkomitmen, tak bisa lepas dari konflik. Pasti ada momen di mana ego masing-masing bersinggungan dan menciptakan amarah. Ini merupakan hal yang lumrah.

Photo by Roman Pohorecki from Pexels

Namun satu hal yang menjadi fenomena di era serba digital ini adalah pertengkaran lewat chat. Tak jarang di ranah jejaring sosial yang bisa dikonsumsi publik. Inilah yang menjadikan komunikasi tak sehat, bahkan sering berujung pada konflik yang lebih besar.

Sebagai pria, seharusnya Anda bisa lebih berani untuk bisa mengungkapkan secara langsung. Ketimbang Anda harus mengeluarkan kata-kata yang tidak bijak atau kotor melalui pesan singkat. Anda akan dicap sebagai pria pengecut.

Melansir dari YourTango, bersembunyi di balik ponsel atau bertengkar dengan pasangan melalui pesan teks adalah cara yang kurang tepat untuk mengatasi diskusi yang sulit. Berikut ini beberapa alasannya.

Komunikasi Jadi Kurang Lancar
Tahukah Anda, kontak mata adalah salah satu bagian penting dari komunikasi yang efektif, sekaligus bentuk konflik yang sehat? Pendekatan seperti ini justru menjadikan komunikasi terputus, karena justru dapat meningkatkan konflik yang terjadi.

Sebagai manusia visual, Anda memerlukan kontak mata secara langsung untuk mengatur sistem saraf saat bereaksi terhadap suatu hal. Hal yang sangat diperlukan saat bertengkar dengan pasangan.

Sering Salah Tafsir
Tidak bisa melihat wajah seseorang dan membaca ekspresinya akan membuat Anda merasa tidak yakin dan cemas, terutama jika sedang terjadi konflik. Hal ini lebih sering mengarah pada salah penafsiran reaksi orang lain ketika mencoba menerka pikiran orang tersebut melalui pesan teks.

Tidak Terkondisi untuk Baikan dengan Segera
Tahukah Anda, selain kontak mata, sentuhan kulit juga bisa membantu merangsang hormon dopamin yang bikin tubuh dan pikiran jadi rileks? Karena itulah Anda perlu berdekatan secara fisik dengan pasangan saat bertengkar.

Komunikasi yang berjarak, tanpa disertai tatap muka langsung dan mendengar suara lawan bicara sedikit banyak membuat kedua pihak yang bertengkar tidak terkondisi untuk segera berbaikan.

Ketika bermasalah dengan pasangan, cobalah untuk duduk bersama dan membicarakannya dengan kepala dingin. Dengan begini Anda dan pasangan tetap bisa menyampaikan pemikiran masing-masing sekaligus menjaga koneksi emosional. *** (SS)

SHARE