Mencegah Heat Stroke dengan Berbagai Cara - Male Indonesia
Mencegah Heat Stroke dengan Berbagai Cara
MALE ID | Sex & Health

Tinggal di negara beriklim tropis seperti Indonesia tentu akan sering merasakan suhu panas. Cuaca yang terlampau panas tak hanya membuat tubuh mengalami dehidrasi yang memicu berkurangnya tenaga hingga menghambat aktivitas, namun paparan cuaca panas bisa menyebabkan timbulnya heat stroke.

Panas Matahari - male IndonesiaPhoto by Lukas Rychvalsky from Pexels

Seperti dilansir Mayo Clinic, heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu yang drastis akibat dari paparan cuaca panas. Ini bukanlah kondisi sepele. Sebab, ketika heat stroke menyerang, selain sakit kepala, akan berimbas ke organ penting di dalam tubuh seperti otak, hati, ginjal, dan otot.

Heat stoke biasanya ditandai dengan sakit kepala, kulit memerah, detak jantung meningkat, rasa mual hingga muntah, bahkan hilang kesadaran. Jika tak segera ditangani, penderita bisa terserang komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.

Berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan heat stroke, dikutip dari Health Matters.

Pakaian dengan sirkulasi udara
Pakaian berbahan tebal dan ketat dapat menghambat tubuh untuk menurunkan suhu saat berada di tengah cuaca panas. Untuk itu, sebaiknya kenakan pakaian berbahan tipis dan longgar ketika beraktivitas.

Selain itu pakaian berwarna cerah juga lebih baik untuk dipakai ketika suhu sedang tinggi karena sifatnya yang tak menyerap panas.

Gunakan sunscreen
Ketika kulit terbakar, kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri juga akan terpengaruh. Gunakan sunscreen dengan SPF 15 atau lebih, jangan lupa mengaplikasikannya kembali setiap dua jam sekali agar kulit selalu terlindungi.

Anda juga bisa menggunakan kacamata hitam dan topi ketika berpergian untuk menghindari sengatan sinar matahari.

Hidrasi tubuh
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu produksi keringat dan mempertahankan temperatur tubuh di suhu normal. Pastikan tubuh selalu dalam kondisi yang terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jangan olahraga di siang hari
Ketika Anda berolahraga di tengah cuaca yang panas, tubuh akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan sehingga akan meningkatkan risiko terkena heat stroke. Sebaiknya ganti jadwal olahraga ke pagi atau sore hari, kecuali jika olahraga dilakukan di dalam ruangan berpendingin udara.

Batasi aktivitas luar ruangan
Dalam suhu yang ekstrem, hindari aktivitas luar ruangan yang membuat tubuh berada langsung di bawah terik matahari. Orang yang tak terbiasa dengan cuaca panas sangat rentan untuk terserang heat stroke.

Bila harus berada di tengah cuaca terik, gunakan pelindung seperti topi untuk menghindari paparan panas matahari secara langsung.

Istirahat
Jika Anda merasa tubuh melemah atau kelelahan saat beraktivitas di luar ruangan yang terik, jangan ragu beristirahat sejenak di tempat teduh. Pastikan membawa air mineral ketika beraktivitas, agar Anda bisa menghidrasi tubuh kapan pun dibutuhkan. [GP]

SHARE