Gunung Dempo yang Menarik Perhatian Pendaki - Male Indonesia
Gunung Dempo yang Menarik Perhatian Pendaki
MALE ID | Relax

Gunung Dempo yang berada di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, memiliki ketinggian 3.159 mdpl. Gunung ini menarik perhatian para pendaki karena banyak jalur pendakian dengan tingkat kesulitan berbeda. Selain itu, Gunung Dempo juga dikenal ramah bagi kalangan pendaki pemula.

Photo: wikimedia commons

Di balik itu semua, Gunung Dempo punya karakteristik tersendiri yang akan membuat pendaki mendapatkan pengalaman unik dan berkesan saat menjamahnya.

Tiga jalur pendakian
Untuk menuju puncak Gunung Dempo, terdapat tiga jalur pendakian yang tersedia dengan tingkat kesulitan berbeda. Meski begitu, saat ini baru dua jalur yang ditetapkan sebagai jalur pendakian resmi.

Pertama, jalur Kampung IV. Trek pendakian di jalur ini terbilang landai dan memutar. Saat melaluinya, pendaki akan menjumpai tebing batu dengan bentuk rata menyerupai lemari dan memiliki ketinggian sekitar lima meter.

Karena trek pendakiannya memutar, pendaki membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam untuk bisa tiba di puncak Gunung Dempo, dengan catatan tidak ada kendala berarti selama perjalanan.

Kedua, jalur Tugu Rimau, biasanya lebih dipilih oleh pendaki profesional. Sebab, saat naik melalui jalur Tugu Rimau pendaki hanya membutuhkan waktu 4-5 jam untuk bisa sampai di puncak. Trek di jalur ini terbilang terjal dan tingkat kesulitannya lebih tinggi, menuntut keterampilan pendaki.

Lalu, yang ketiga yakni jalur Jarai. Jalur ini letaknya terpisah di sudut gunung berbeda dengan dua jalur sebelumnya. Jalur ini belum ditetapkan sebagai jalur pendakian resmi.

Alasanya, trek yang ada terbilang ekstrem dan berbahaya karena didominasi tebing-tebing cadas. Selain itu juga dikenal sebagai habitat sejumlah hewan buas. Seperti harimau Sumatera.

Burung jalak hitam
Biasanya pendaki akan menjumpai burung jalak berwarna hitam. Uniknya, burung ini akan terus mengikuti pendaki sepanjang perjalanan hingga tiba puncak.


Photo: wikimedia commons

Cerita yang berkembang di kalangan pendaki menyebutkan, jika burung tersebut merupakan perwujudan dari penjaga Gunung Dempo yang dapat mengetahui niat setiap pendaki.

Dua puncak
Gunung Dempo memiliki dua puncak, yaitu puncak Dempo dan Merapi. Di tengah-tengah kedua puncak tersebut, terdapat lembah yang dikenal sebagai pelataran. Tempat ini jadi pilihan pendaki untuk mendirikan tenda dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Merapi.

Ada tradisi dari pendaki saat hendak menuju pelataran puncak Dempo, yakni mengucapkan salam kepada pendaki lainnya di atas puncak tersebut. Menariknya, salam itu juga pasti selalu dijawab para pendaki yang berada di pelataran.

Warna air kawah selalu berubah
Di puncak Gunung Dempo, tepatnya di daerah Merapi terdapat kawah vulkanik yang kerap dikunjungi para pendaki. Akan tetapi, warna air yang berada di kawah ini dapat berubah hanya dalam hitungan menit.

Empat warna biasanya terlihat di kawah tersebut, yakni abu-abu, hijau tua, hijau tosca, dan biru. Untuk warna terakhir, dianggap langka dan hanya pendaki yang beruntung saja dapat melihatnya. [GP]

SHARE