Cara Pria dan Wanita dalam Menangani Masalah - Male Indonesia
Cara Pria dan Wanita dalam Menangani Masalah
MALE ID | Relationships

Perbedaan cara menangani masalah dari sisi Anda dan pasangan bisa membuat frustrasi. Apalagi, jika si dia mengabaikan masalah yang justru memperburuk keadaan. Atau mungkin secara konsisten memunculkan masalah yang Anda yakin akan lebih baik bila dibiarkan.

Photo by Alex Iby on Unsplash

Apa pun pendekatan yang dilakukan merupakan kebalikan dari pola pikir yang Anda yakini. Hal tersebut selanjutnya malah membuat Anda berdua berselisih dan menciptakan masalah yang semakin membesar.

Sementara itu, menurut peneliti hubungan John Gottman, dalam hubungan, wanita yang memunculkan masalah sebanyak 80 %. Ketika pria tidak terlibat secara positif untuk memperbaiki masalah, kaum hawa seringkali dapat menjadi keras dalam tuntutan mereka.

Alhasil, Anda akan dituntut untuk lebih bisa memberikan perhatian terhadap masalah dan pasangan semakin menyampaikan keluhan hingga kritiknya kepada Anda. Sebaliknya, ketika konflik meningkat dalam hubungan, pria biasanya mencoba untuk mengabaikan masalah.

Bahkan, juga menarik diri dan tertutup dari pasangan mereka. Seakan terlihat seperti menjauh dari masalah yang tengah dihadapinya. Gottman menyebutnya sebagai tembok batu.

Sementara beberapa wanita menggunakan taktik ini, ia melaporkan bahwa 85 % dari penghalang dalam hubungan adalah pria. Data ini berfokus secara khusus pada pasangan tipe dinamis.

“Dalam melakukan terapi pasangan, saya melihat bahwa di awal suatu hubungan, setiap orang biasanya berfokus pada keinginan agar hubungan itu bahagia. Tetapi saya telah berulang kali melihat dinamika dari salah satu pasangan mengatasi dan yang satu lagi memilih diam, alih-alih menjaga hubungan agar tidak bertengkar,” tuturnya.

Namun, begitu dalam terapi, pasangan yang resisten sering mengakui masalah. Selain itu, juga bersedia berupaya lebih baik lagi untuk meningkatkan hubungan mereka. Tentu saja, kedua gaya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dengan mengemukakan dan mengatasi masalah, pasangan jauh lebih mungkin mencapai resolusi atau menemukan cara positif untuk hidup dengan perbedaan yang tak terselesaikan. Hanya berbicara tentang suatu masalah, ketika dilakukan dengan cara yang konstruktif.

Cara itu efektif membuat Anda dan pasangan bersatu sebagai sebuah tim demi mengatasi masalah yang ada. Anda berdua memperkuat koneksi masing-masing, yang membuat hubungan dijalani dengan lebih optimis.

Kuncinya, memahami langkah yang tepat dalam memilih waktu berkomunikasi dengan pasangan Anda, terlebih ketika suasana hatinya tidak terlalu buruk atau ketika mendapatkan kabar baik dalam aktivitasnya. [GP]

SHARE