Wadah Berkumpulnya Penggila Action Figure Digimon - Male Indonesia
KOMUNITAS
Wadah Berkumpulnya Penggila Action Figure Digimon
MALE ID | Sport & Hobby

Pada awal tahun 2000-an, serial anime Digimon memang kerap ditunggu-tunggu setiap akhir pekan. Serial anime ini cukup laris dan diganrungi. Meski kini tayangan itu sudah tidak lagi hadir di layar kaca, penikmatnya yang kini sudah beranjak dewasa justru membangun komuntias yang cukup besar di Indonesia, dengan nama Indonesian Digimon Community atau dikenal sebagai Digi-In.

Photo: doc.pribadi/Instagram: @digi.in

Untuk sekadar menyegarkan kembali, Digimon adalah makhluk hidup semacam program kecerdasan buatan yang tersusun atas kumpulan data digital. Mereka memiliki berbagai macam jenis dengan bentuk yang bermacam-macam dan memiliki jurus-jurus serangan serta kemampuan evolusi ke tingkat yang lebih tinggi (digimon yang berevolusi dapat kembali ke bentuknya semula). 

Mereka hidup di dunia digital, suatu dunia paralel yang tercipta dari sistem jaring teknologi komunikasi dan informasi manusia. Digimon dirilis pertama kali oleh perusahaan Bandai pada tanggal 26 Juni 1997. Karena kesuksesannya, generasi kedua Digimon dirilis pada bulan Desember tahun itu juga dan diikuti oleh generasi ketiga pada tahun 1998. 

Berasal dari Dua Komunitas
Digi-In, terbentuk dari dua komunitas yang sudah ada sejak 2011/2012, yakni Digivice dan Digimon Collection. Andreas, salah satu pengurusnya menuturkan bahwa, barulah pada awal 2019 kedua komuntias ini bersatu menjadi satu nama, "Digi-In".

Photo: doc.pribadi/Instagram: @digi.in

"Karena kita lihat makin banyak (anggotanya) dan sebenarnya pada prinsipnya sama, ditambah lagi anggota dan pasukannya juga sama, ya sudahlah kenapa kita enggak gabung dalam satu nama saja,” ucap Andreas.

Setelah dibawah payung Digi-In, kata Andreas, komunitas ini semakin mengembangkan sayapnya dengan anggota yang lebih banyak untuk saling share mengenai hobi sekaligus koleksi mereka.

Saat komunitas Digi-In hadir, Andreas menceritakan, para anggotanya pun saling bertukar pikiran untuk membentuk momen annual gathering atau pertemuan tahunan. Karena anggotanya terdiri dari mahasiswa dan pekerja, akhirnya waktu yang disepakati untuk digelarnya momen itu adalah pada tanggal 17 Agustus.

Photo: Gading Perkasa/Male Indonesia

"Member kita ini kan anak kuliah dan orang kerja, jadi awalnya kita untuk mencari waktu yang cocok itu susah. Otomatis kita pilihnya 17 Agustus, karena libur (nasional) juga kan. Kita main, ngumpul. Ditambah 17 Agustus biasanya banyak diskon jugakan, sekalian cari diskon, siapa tahu ada Digimon juga," cerita Andreas.

"Di gathering biasanya kita ngobrol-ngobrol Divice terbaru, anime Digimon, sama action figure yang akan rilis,” tambahnya.

Syarat Jadi Anggota yang Mudah
Saat ini Digi-In sudah memiliki sekitar 5.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara dengan para pengurus yang biasanya hadir di event seperti Indonesia Comic Con untuk mengenalkan komunitas mereka kepada khalayak umum. 

Photo: doc.pribadi/Instagram: @digi.in

Pada momen inilah komunitas ini membuka diri bagi orang-orang yang ingin nostalgia mengenai Digimon dan bergabung dengan Digi-In. Dikatakan Andreas, tidak ada syarat khusus untuk bisa menjadi bagian dari Digi-In, pihaknya hanya memberikan pertanyaan sebagai filter. "Pertanyaan itu sebenarnya lebih ke arah untuk melihat antusiasme mereka kenapa harus join," ungkap Andreas.

Dari sekian banyak anggota, kata Andreas, pada awal masuk mereka lebih banyak untuk mencari koleksi, figur Digimon itu sendiri, sampai divice-nya. "Awal-awal memang banyak yang ketuker sama Pokemon, kerena namanyakan hapir sama ya. Digimon dan Pokemon. Enggak jauh beda sama Star Trek dan Star Wars, padahal beda," kata Andreas sambil tertawa.

Lebih lanjut, bagi Anda yang memiliki hobi yang sama, Andreas memberitahu bahwa, selain lewat pameran, bagi yang ingin gabung bisa langsung kontek via akun Instagram, yaitu @digi.in. *** (SS)

SHARE