Siapkan Diri Ketika Jalani Coffee Interview - Male Indonesia
Siapkan Diri Ketika Jalani Coffee Interview
MALE ID | Works

Dilihat dari namanya, sudah dapat ditebak kalau coffee interview berarti Anda berada di kedai kopi saat proses wawancara kerja. Sehingga, ada cara-cara baru yang digunakan untuk menghilangkan stigma serius ketika harus melakukan wawancara kerja di kantor.

Photo by Helena Lopes on Unsplash

Jika Anda mendapat undangan untuk melakukan coffee interview, mungkin Anda bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang membuat rekruter meminta Anda bertemu di kedai kopi, bukan di kantor? Ada berbagai alasan, antara lain:

1.Tidak ada posisi pekerjaan yang spesifik. Salah satu kemungkinan Anda menjalani coffee interview karena belum dibukanya posisi tertentu. Namun, rekruter tertarik dengan kemampuan Anda dan berencana membuka posisi buat Anda. Atau bisa juga mengingatkan Anda ketika ada posisi yang dibuka.

2.Sebagai batu loncatan untuk interview formal. Banyak perusahaan memiliki beberapa tahap wawancara sebagai bagian dari proses rekrutmen. Peluang besar ada di genggaman Anda bila sudah melewati screening awal sebelum proses wawancara formal dengan waktu panjang.

3.Kultur perusahaan. Sebagian atasan, terutama yang masih muda lebih senang melakukan coffee interview karena lebih santai. Ini biasanya menjadi refleksi kultur perusahaan.

Singkatnya, Anda wajib menyiapkan segala hal, sama seperti saat wawancara formal. Artinya, Anda meneliti perusahaan secara menyeluruh, bagaimana struktur dan proyeknya.

Saat coffee interview, coba berfokus pada apa yang akan Anda tawarkan ke perusahaan. Penting diingat, Anda harus tetap menganggap coffee interview sebagai wawancara formal. Jadi perhatikan etika, bahasa tubuh, dan fokus mendengarkan apa yang diucapkan pewawancara saat diskusi berlangsung.

Lalu, apa yang harus Anda tanyakan ketika melakukan coffee interview? Rekruter tentu tertarik untuk mengetahui Anda mau melibatkan diri lebih dalam ketika diskusi. Jadi, ajukan pertanyaan yang dapat menstimulasi diskusi semakin berkembang.

Misalnya bertanya seperti, “Anda menyebutkan jika industri ini sedang menghadapi tantangan besar. Lalu, bagaimana perusahaan menghadapi tantangan itu dalam dua tahun ke depannya?”

Pertanyaan tersebut akan mendorong rekruter untuk lebih terbuka berbagi informasi yang pantas Anda peroleh. Antusiasme saat melakukan coffee interview berpotensi membuat rekruter tertarik untuk bekerja sama lebih jauh dengan Anda. [GP]

SHARE